Semakin banyaknya bangunan yang dibangun di daerah perkotaan, maka semakin sempitlah lahan yang bisa dijadikan sebagai taman untuk bersantai melepas penat. Tak usah pada tempat-tempat yang menjadi fasilitas umum. untuk mendapatkan rumah dengan lahan yang luas di daerah perkotaan bisa dibilang sudah semakin susah karena kebanyakan rumah-rumah ini dibangun menjadi komplek perumahan.
Ditambah tingkat polusi di perkotaan yang sangat mengkhawatirkan, dengan adanya asap kendaraan, asap-asap pabrik, dan diperparah lagi dengan kurangnya kawasan hijau, menjadikan daerah tersebut terlihat gersang. Hal ini bisa memicu terjadinya stress, salah satu alternatif agar masalah tersebut bisa teratasi adalah melakukan konsep urban farming.
Urban farming atau dalam bahasa Indonesia adalah pertanian kota, merupakan kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk menghasilkan bahan pangan melalui pemanfaatan sumber daya hidup yang ada, serta bernilai ekonomi. Pengelolaan urban farming di tempat umum ini menjadikan tempat tersebut sebagai sarana rekreasi di tengah kota yang lebih kita kenal dengan Ruang Terbuka Hijau.
Pada konsep urban farming praktek budidaya yang dilakukan tidaklah terbatas hanya menanam pohon saja. Memelihara ternak, ikan, bahkan tanaman hortikultura pun bisa dilakukan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia.
Kali ini saya ingin membahas tentang urban farming pada perkarangan rumah saja. Agar bisa dengan mudah kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Itung-itung bisa mengurangi pengeluaran biaya rumah tangga. Apalagi kalau urban farming dalam bidang perikanan bisa menambah biaya hidup malah, karena hasilnya bisa dijual.
Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan bila rumah memiliki perkarangan sempit. Bila ingin menanam sayuran, buatlah tanaman dengan bentuk vertikal. Kalau mau memelihara ikan untuk kebutuhan sehari-hari, teknik bioflok dalam memelihara ikan air tawar menjadi rekomendasi, selain bisa untuk memebuhi kebutuhan rumah tangga, hasil panen dari ikan tersebut juga bisa dijual ke restoran-restoran terdekat.
Kebun Vertikal
Bentuk dari kebun ini adalah memanjang ke atas, dinding rumah bisa digunakan untuk membuat media tanam ataupun bisa dari rak yang dibuat menggunakan bahan dasar kayu. Kalau menggunakan rak kayu biasanya kebun tersebut bisa di taruh di halaman rumah. Sementara, bila kebun ini di tanam pada dinding rumah, tanaman bisa ditempatkan di dalam. Efeknya rumah akan menjadi lebih sejuk karena tumbuhan akan menyerap panas yang bisa menurunkan temperatur ruangan.
Teknik Bioflok
Bioflok ini merupakan kolam yang terdapat sirkulasi air di dalamnya. Prinsip dasar dari sistem bioflok ini adalah mengubah senyawa anorganik menjadi organik dengan cara memanfaatkan bakteri pembentuk gumpalan (flok).
Walaupun untuk membangun sebuah kolam bioflok ini terbilang sedikit mahal, tetapi budidaya ikan menggunakan teknologi bioflok cukup menjanjikan, karena modal akan kembali ketika masa panen kedua.
Jadi, dengan perkarangan yang terbilang sempit sekalipun, tidak ada hambatan untuk menyalurkan hobi dan tentunya berdampak baik dalam mengurangi tingkat stress.
All photos taken from pinterest and google.