Mobil pertama kali hadir di Hindia Belanda pada 1894, sebuah Mercedes Benz pesanan Pakubuwono X dari Kasunanan Surakarta. Soal harga jangan ditanya, saking mahalnya hanya beberapa orang penguasa saja yang mampu membeli mobil. Memiliki mobil menunjukkan status kelas yang berbeda dari masyarakat biasa. Mungkin setara dengan memiliki supercar pada masa kini, hanya segelintir orang yang sanggup. Keluarga Kasunana Surakarta yang kalah secara politik dengan pemerintah kolonial Belanda berusaha menampilkan kekuasaannya dengan menggunakan simbol-simbol modern dan kekayaan.
Masuknya mobil ke Hindia Belanda mendorong pembangunan jalan-jalan yang lebar dan mulus untuk dilalui mobil. Jalanan menjadi saksi perbedaan kelas di masyarakat. Mobil sebagai simbol modernitas dan kekayaan hanya dimiliki oleh sebagian kecil masyarakat, kelompok lainnya menggunakan kereta yang ditarik kuda, kelompok terbawah berjalan kaki.
Sebagaimana yang terjadi saat ini, munculnya teknologi baru juga memunculkan jenis pekerjaan yang baru. Kehadiran mobil di Hindia Belanda juga mendorong lahirnya profesi baru yaitu supir. Pada awal kehadiran mobil profesi supir merupakan profesi dengan bayaran yang tinggi, tidak semua orang paham teknologi baru tersebut. Namun kelamaan ia menjadi profesi pasaran.
Foto diatas memperlihatkan seorang pria Belanda duduk di mobilnya, tampak seorang pria pribumi, yang mungkin supirnya, sedang membetulkan mobil yang berhenti di pinggir jalan tersebut. Sudah biasa bagi orang Belanda bepergian dengan membawa supirnya.
Foto diatas sudah diedit dengan diberi warna agar tampak lebih hidup, foto aslinya dibawah ini dalam hitam-putih.
Foto: Hilbrander