Untuk: FI
garis itu punca benang
tergelayut di suatu tempat
yang mencekat lehermu sendiri.
kau susuri lekat demi lekat tatap
siapa saja,
tapi percayalah ialah replika
sekian banyak metafora
tentang mata.
dan lagi;
doa-doa yang kau terbangkan
memilih untuk tetap sedahan
tak pernah satu angkasapun
ia ceritakan padamu. bahkan
menangkap sedesau angin
suatu malam saja enggan
kalau meninggalkan cara terbaik
menarik garis--
dari tempat pertama kali
kau merampas kerahasiaan
hingga ke kelesapan tubuhnya,
maka bergegaslah.
lintasi apapun,
yang semestinya jadi jalan
bukan perhentian.
Bengkulu, April 2018
Sumber Ilustrasi Sketsa: binatrivedi.wordpress.com