<
Berhubung urusan bersih – bersih rumput saya hentikan dulu karena capek, jadi saya sambung dulu sedikit masalah kemenyan yang sempat saya singgung dalam postingan sebelumnya tentang manfaat jeruk purut
Kemenyan yang di proses dengan cara disadap pohonya punya nama ilmiah styrax di gunakan untuk berbagai macam bahan pengobatan di berbagai negara termasuk Indonesia. Kemenyan juga di gunakan sebagai bahan dasar sebagian produk parfum. Kemenyan juga sering di sebut olibanum yang berbentuk kristal, bisa di lihat pada pohon kemenyan setelah di sadap.
Tapi kali ini saya tidak membahas untuk obat apa saja kemenyan di gunakan melainkan saya ingin mematahkan perdebatan konyol yang sering terjadi gara – gara kemenyan. Perdebatan ini sering saya dengar gara – gara apakah boleh membakar kemenyan di samping mayat orang yang meninggal sebagian menjawab tidak karena tidak ada dalilnya, tidak pernah di lakukan Nabi Muhammad Saw dan seterusnya, bahkan ada yang berdebat sampai mau keluar urat lehernya. Sebagian lagi menjawab bisa dengan alasan karena sudah tradisi.
Bagi saya pribadi kedua pendapat di atas saya tolak dengan alasan ilmiah, dasarnya saya menolak sederhana saja dan saya setuju membakar kemenyan di samping mayat jika memang kondisinya di butuhkan. Ada dua penyerap bau terbaik di muka bumi yang saya ketahui, pertama kopi dan kedua kemenyan. Lalu apa hubunganya dengan mayat manusia.
Perlu kita ketahui bahwa mayat manusia itu terkadang sangat bau bahkan mayat manusia baunya lebih keras dari mayat – mayat lain ciptaan Tuhan. Untuk menghindari aroma yang tidak sedap ini lah di bakar kemenyan karena kemenyan bisa menyerap bau/aroma mayat manusia, jadi bukan bagian dari ritual beragama. Kenapa harus kemenyan, karena tidak mungkin membalur atau menaburkan bubuk kopi ke tubuh mayat sebelum di mandikan. Coba perhatikan orang – orang yang sering melakukan evakuasi jenazah – jenazah tanpa identitas atau jenazah yang sudah lama tidak di kuburkan pasti para petugas menggunakan bubuk kopi di maskernya atau menaburkan bubuk kopi ke jenazah tersebut untuk menghilangkan bau jenazah tersebut, kalau di bakar kemenyan di situ kapan evakuasinya pak cik. Jadi ketika saya melihat orang berselisih paham gara – gara kemenyan saya senyum – senyum saja.
Dan saya berharap tidak ada penduduk steemit yang berselisih paham lagi soal ini apalagi sampai tak bertetangga gara – gara berdebat soal kemenyan. Sekian dan terimakasih sampai ketemu dengan kajian tanaman atau kajian hewan berikutnya. Jangan lupa ngopi.