Rokok kretek merupakan warisan budaya nusantara yang masih eksis. Ciri khas kretek adalah berbahan dasar tembakau dengan cengkeh, sehingga saat dibakar menghasilkan suara "kretek-kretek".
Meski kini telah banyak rokok sigaret kretek mesin, atau dikenal SKM tapi eksistensi SKT alias Sigaret Kretek Tangan alias rokok yang dilinting tangan masih berjaya.
Nah di balik sebatang rokok kretek lintingan tangan ini ada perempuan-perempuan hebat yang mampu membuatnya. Keahlian melinting para perempuan itu tentunya bukan mendadak begitu saja. Keahlian mereka melalui proses pelatihan dengan disiplin sangat ketat dan ketekunan luar biasa. Pada umumnya, standar kemampuan normalnya membutuhkan waktu hingga satu tahun. Tapi tak jarang ada juga ada yang mampu terampil hanya dalam waktu 3-6 bulan saja.
Adapun tahapan klasifikasi pelinting rokok mulai dari pemula, lanjutan, terampil, mahir, baru paling tinggi resmi. Pada tahap pemula, mereka belajar cara memegang alat pelinting, memasukkan tembakau ke gilingan hingga melatih kecepatan dengan kesalahan yang minimal.
Dari pemula lalu ke tahap lanjutan, biasanya bisa mengerjakan hingga 1.200 batang roko kretek selama 7 jam. Pada tahap ini para pelinting akan terus berlatih kecepatan hingga bergelar pelinting mahir. Lantas kemudian menyandang sebagai pelinting resmi.
Dengan ketekunan dan semangat berkarya para perempuan hebat ini, para penikmat rokok kretek tangan bisa menikmati hidup lebih hidup.