15 February 2018
Aku berangkat pukul 08.00 pagi, sambil membawa tas dan sketchbookku menaiki elp. Sejujurnya aku tidak begitu suka naik elp, karena mobil elp selalu di paksa untuk penuh, sesama penumpangpun terpaksa harus berdesakan dengan berbagai macam bau seperti bau mesin, bensin, asap roko dan kadang bau ketiak yang baunya sungguh tak tertahankan. Tapi untunglah kali ini aku duduk disamping ibu – Ibu, jadi bau – bau di atas itu bisa dihindari. Hehe
Lalu elp pun mulai berjalan, sepanjang perjalanan aku mengantuk, semalaman aku tidak bisa tidur karena begitu antusias chattingan dengan ka ka
dan beberapa teman lainnya yang sudah dalam perjalanan menuju Bandung.
Mataku mengerjap – ngerjap, aku terus saja menguap, rasa kantukku tak kunjung sirna bahkan setelah aku sampai di ITC Kebon kelapa, tempat pemberhentian Elp tadi.
Biasanya aku pergi ke Cimahi menggunakan Bus kota namun saat itu aku merasa malas sekali, karena jarak ITC Kebon Kelapa dan Alun – Alun Bandung lumayan jauh. Jadi akupun duduk – duduk sebentar sambil memesan ojek online menuju ke Villa Neglasari.
Meskipun sempat ke sasar karena lokasi Villa yang berada sedikit ke dalam, akhirnya aku sampai juga disana. Ku kira semua panitia sudah berada di sana. Eh ternyata hanya ada aku dan abang – abang gamers keche ganteng
yang sudah menempati Villa unggu. Wajahku memerah, malu banget karena aku tak tahu harus bagaimana?
“Neng – neng mau kesiapa?” Kata salah satu dari mereka. Hayo siapa? Hehe
Aku pun menghubungi rekan – rekan panitia yang masih berada di jalan. Lalu aku pun memberanikan diri untuk menyapa, meskipun aku sangat geumpeur (grogi) banget. Aku takut jika mereka akan sombong dan eh ternyata selain tampan – tampan mereka juga baik – baik semua hehe. Beberapa saat kemudian rasa grogiku hilang, kami pun saling bertukar tanya dan berfoto bersama layaknya sodara yang sudah di pisahkan selama berabad – abad lamanya hehe.
Setelah berpoto bersama mereka pun jalan – jalan keliling Bandung, ada yang ke mall, ada yang ke Bioskop dan ada juga yang ke BEC untuk membeli perlengkapan games. Sementara aku hanya menikmati hujan sambil menggambar, dan membuat sebuah puisi yang di temani denting hujan.
Hujan
Semuanya nampak samar di guyur hujan
Bagaikan tepian waktu di kenangan lama
Yang menunggu untuk di jawab oleh kekalutan
Dan sunyi hinggap begitu erat
Lalu ku temukan titik temu
Saat kehangatan mulai menyapa
Dalam rintik hujan dan senyuman
Dan aku tak sendirian lagi
Karena sahabat steemian akan ada disini.
15 februari 2018, Cimahi
Getha chan
pun datang menerobos hujan. Kami banyak bercerita di tengah – tengah hujan yang terus mengguyur langit Cimahi. Lalu ka
dengan rombongan kecilnya, kami pun pindah ke Vila Panitia yang berada di paling ujung, penginapan yang beralaskan kolam ikan lele jumbo. Disusul ka
dan teman – teman yang lain.
Hujan nampaknya tak mau mengalah, ia terus saja turun di tengah – tengah kehangatan canda tawa kami, udara dingin pun tak jadi masalah ketika kami sudah bersama seperti ini. Ka mariska pun mulai mengajariku tehnik dussel, lalu ka sibuk membuat video sementara
nampak memperhatikan.
Setelah itu banyak sekali tamu yang berdatangan, Rombongan ka dan beberapa anak muda yang menempati villa biru.
Malam semakin larut, waktu makan malam pun tiba namun rombongan Jodipamungkas dan kawan – kawan masih belum terlihat juga. Kami pun memutuskan untuk mengadakan makan malam yang berlokasikan di sebuah aula besar yang berada di tengah kolam. Ruangan bermandikan cahaya temaram dari cahaya lampu kuning yang berpendar mengisi malam. Awalnya ada sedikit keheningan yang mulai menyelimuti, ada begitu banyak pertanyaan yang ingin di tanyakan, namun karena masih malu semuanya malah terhenti di ujung kerongkongan sehingga kami malah terdiam di tengah ruang makan.
Hanya saja suasana berubah riuh dengan kedatangan bakso istigfar dari abah dan bahasa orang - orang aceh yang tidak ku mengerti hehe.
Aceh, adalah sebuah pulau yang begitu jauh dari Bandung, di halangi lautan yang beribu ratus meter jauhnya dari tempatku berdiri saat itu. Aku sungguh tak menyangka akan menjadi sedekat ini dengan orang – orang Aceh.
16 February 2018
Hingga malam, aku tak bisa tidur rasanya malam menjadi begitu sayang untuk di lewatkan, ada begitu banyak cerita seperti aku dan yang menyeduh coffe hitam dan teh manis hangat tuk menghangatkan tubuh sambil berbincang banyak tentang dunia kepenulisan hingga pukul 01.00 dini hari. Aku pun masih ingat ka
yang menunggu untuk di jemput pada saat itu, untung saja ada
yang mau menembus dinginnya malam untuk kakaku yang satu ini. Tak lama berselang ka
,
dan kekasihnya, menjelang shubuh kakaku
dan ka
datang, sambil menikmati teh manis kak
bercerita tentang macetnya perjalanan menuju tempat acara, namun meskipun begitu aku masih bisa melihat secarik senyuman di wajahnya yang lelah.
Pagi sekali kami, maksudku aku dan sudah mandi dan cantik hehe, kami berencana untuk poto – poto di sepanjang jalan yang ada bunga – bunganya.
Ku lihat ada beberapa teman yang sedang asyik mengobrol di beranda vila biru. Kami pun tak mau mengganggu mereka karena sedang asyik berfoto, saat itu juga aku bertemu dengan bang dan bang
untuk pertama kalinya hehe, saat itu abang Amek terlihat begitu sangar jadi aku merasa takut untuk mendekatinya (maafkan aku bang terlalu jujur hehe) tapi setelah abang
dan
memberikan kami (aku dan anisa) seikat rambutan. Aku pun merasa tidak takut lagi padanya hehe
Kami pun menjadi semakin dekat ketika aku bang bang
ka
ka
ka
dan Bang
duduk bersama. Ada banyak pembicaraan yang menyenangkan dan juga ada sebuah hadiah dari bang risman yang tak akan kulupakan. Hehe
Kisah lengkapnya bisa dilihat disini
https://steemit.com/indonesia/@gethachan/kejutan-dari-bang-risman
Siang menjadi terasa begitu panjang oleh riuhnya suara orang – orang yang bercengkrama pada saat itu, aku pun tak mau melewatkan hal ini, jadi aku memfoto setiap meja yang mengeluarkan ekspresi aneh – aneh hehe.
Meja pertama di tempati oleh bang bang
bang@muhammadzairil bang
bang
ka
dan abang yang di sebelah ka tusroni, bang
dan abang sajena. Aku tak tahu apa nama akun steemitnya hehe.
Meja kedua
Meja ketiga di tempati oleh bang yang sedang mencari cinta abang
abang
abang
abang
abnag
abang
abang
bang
@ Abduh bang
abang@makhzar abang
sang pujangga cinta
Meja keempat abang abang
the colorman dan
sisanya maafkan aku tak tahu
Meja kelima dan keenam Rombongan
Ada video kumpulan poto – poto sahabat Steemian juga loh yang bisa di lihat disini :
https://steemit.com/promo-steemit/@gethachan/moment-1st-ksi-national-meet-up-bandung
Mungkin segini dulu. Terima kasih sudah membaca.
To Be Continue…