Kisah patah hati yang bodoh.
Untukmu yang menarik senyumku :)
Aku tak pernah memperhatikan, karena kau berdiri di antara orang - orang itu sambil tersenyum, berbicara dan tertawa sama seperti yang lainnya.
Tak ada yang aneh, tak ada yang istimewa hanya sebuah obrolan tentang Ksi, tentang hari itu. Tentang saat itu.
Awalnya kau datang, bersama orang - orang itu. Aku pun menyambutmu dengan sedikit canggung. Karena ini pertama kalinya kita bertemu.
Tanpa sadar kita melangkah bersisian berbincang tentang kemacetan ibukota dan perjalanan panjang yang teramat jauh.
Saat itu aku dan anisa kesulitan, lalu kau datang untuk menawarkan bantuan, mungkin sejak saat itu aku mulai melirikmu.
Kita pernah semeja, namun kau lebih banyak diam, tak berbicara. Kau hanya memperhatikan orang - orang di mejamu lalu kau tertawa bersama mereka dan tanpa ku sadari aku pun ikut tertawa. Rasanya kau seperti magnet, magnet yang bisa menarik senyumku dan hatiku.
Kaupun berdiri di pinggir kolam ikan lele sambil terdiam. Kau melihat ke arah kolam sambil melemparkan makanan. Membiarkan ikan lele itu menyantap makananmu dengan ganasnya.
Saat itu aku menyapamu, dan entah kenapa saat itu rasa gugupku bertambah 1000x lipat. Jantungku berdegup sangatlah cepat dan tanpa sadar aku terus menatap wajahmu. Kita tertawa bersama dan aku tak tahan lagi. Aku ingin berbicara lebih banyak padamu. Namun, wajahku memerah, nafasku tertahan, aku kehabisan nafas dan aku pun segera pergi...
Aku tak ingin kau melihat wajahku memerah seperti ini. Aku tak ingin kau tahu.
Seharian penuh aku terus memikirkanmu, aku ingin terus melihat wajahmu.
Aku mencoba menyadarkan diri, jika ini bukanlah... Cinta. Ya... mungkin ini hanya perasaanku saja.
Aku hanya merasa senang melihatmu. Aku hanya merasa senang bersamamu. Aku hanya merasa ingin terus berada di sampingmu. Dan perasaan itu membuatku harus menelan kisah yang pahit.
Aku mendengar kabar jika kau....
Aku pun terdiam, ingin rasanya aku berteriak namun tak ada gunanya. Ini hanya salahku. Salahku menaruh hati pada pandanganmu. Salahku berbicara padamu. Salahku mengenalmu.
Beberapa lama aku masih merasa kebingungan. Namun aku mencoba untuk melepaskan semuanya. Melepaskan masa itu. Melepaskan cerita itu dan melepaskanmu.
Ku harap kau bahagia....
Aku pun akan bahagia....
2 Maret 2018