
Selamat malam semua, maaf kalau kata salamku tidak sama dengan tempat anda yang hari ini masih di waktu siang.
Kata-kataku hanya menyesuaikan pola mencari makan si keong hutan yang sedikit gesit ini.

Ada yang menamainya ini keong hutan ada juga yang menamainya keong racun, ada yang sudah pernah mengkonsumsinya, misalkan dalam bentuk olahan?
Jangan di hiraukan pertanyaan candaan saya.
Masih ada jenis keong lainnya yang bisa di olah menjadi sate atau sop, tapi anda tetap harus hati-hati. Aku sendiri pernah mengkonsumsinya dari jenis keong sawah dalam olahan sayur tumis pedas manis.

Aku sendiri heran dengan keong jenis ini yang kecepatan larinya bisa mencapai 20 kilometer perjamπππ

Jangan di percaya sobat kata-kata dustaku, memang jalannya tak semesra pada jenis siput lainnya, seperti keong berkicot atau keong sawah.
Jalannya keong hutan lebih cepat dan lebih agresif.
Semoga ibu keong hutan malam ini tidak marah kepada saya π. aku tak sengaja mengambil induk keong yang habis melakukan Ovivipar atau habis menetaskan telurnya yang ada dalam tubuhnya.



Aku berani berkata demikian karena belum pernah aku temukan cara bertelurnya yang sama seperti keong sawah atau keong berkicot yang menempel di batang rumput atau di dinding irigasi.
Dan ini anakannya yang aku ambil di bekas wadah makanan ringan.


Maaf kalau aku terlalu bersemangat, jadi bacaannya terkesan agak galakπ
Keong hutan termasuk binatang malam, yang mencari makannya di malam hari dan istirahatnya tidurnya siang hari.


Tidak perlu di kwatirkan habitatnya, karena keong ini tidak seperti keong mas atau keong berkicot yang suka makan daun muda. Hmmm kata daun muda, jangan di jawab aku tahu apa yang ada di benak anda!π
Dulu sewaktu aku masih di sekolah dasar aku pernah membaca buku komik si BOBO.
Menceritakan balap lari antara kelinci dan keong, apa mungkin jenis keong ini yang mewakilkannya?π
Hari ini aku sedikit heran, dari pagi aku sengajakan mencarinya. Tapi tak satu pun aku mendapatkannya.

Tapi malam ini ada puluhan yang berkeliaran di semak dan rerumputan.

Masih ada dalam benak saya yang belum tertangkap nalarku, maukah anda menguraikannya? setahu saya cangkangnya yang keras bagaimana cara keong ini membesarkan cangkangnya?

Apakah cangkang dan tubuhnya satu kesatuan, atau ada kelenjar penghubungnya?

Sedangkan setahu saya cangkangnya hanya pelindung tubuhnya?
Ada yang bisa mengulasnya untukku, ku ingin sekali membacanya.
Supaya bertambah wawasanku.
Terima kasih.