


Pagi semua, begitu banyak alam menyuguhkan keindahan untuk kita. Bagi yang hobby mengkreasikannya tak sedikit dari mereka rela mengeluarkan uang hanya untuk kepuasan mata saja.


Tapi bagi saya dan pengguna jalan hanya ikut merespon dan mengacungkan jempol saja. Di pikir-pikir kadang terasa aneh, di karenakan hobby mereka rela menempatkan di pelataran atau di pot bunga. Atau sebaliknya dari tanaman yang pernah viral karena sudah tidak lagi ramai di perbincangkan mereka rela membuangnya.


Perhitungan matematika dan logikanya, tak sayangkah uang yang pernah dikeluarkan sekarang di buang di pinggir jalan? Seperti pemandangan yang terletak di bahu jalan sebelah grobag saya.


Telah terbuang tak terawat si Bunga Talanta dengan dua warna kuning dan merah muda.



Aku tak tahu dari mana datangnya. Padahal setiap hari aku melewatinya, karena jalan tersebut termasuk rute utamaku berkeliling Bekasi.
Sebenarnya ini hari yang kedua aku menikmatinya. Jujur ingin aku memosting dan mengulasnya di kesempatan kemarin.
Tapi karena kemarin situasi yang tak mengenakan aku biarkan dan aku jadikan targetku selanjutnya.


Hari ini sekitar jam 1 siang, mungin bukan strategi yang bagus untuk dapat fase maximal, untuk dapat gambar maximal.
Tapi jam segini, jam yang sepi aku bisa puas mutar-muter ambil gambar. Seperti kumbang yang mencari madu dari bunga.

Dendamku kali ini terbilang beruntung, karena bunga ini terbilang mekarnya awet dan kuat. Si kecil nan perkasa mungkin bunga ini wajib ditanam bagi petani madu lebah. Selain awet mekarnya dari satu pohon bisa mekar bersamaan dalam jumlah banyak.
Experimenku kali ini tak puas dari gambar saja, aku ingin tahu golongan jenis bunga ini. Dari bunga sempurna atau bukan, kayak nya bunga ini termasuk bunga yang tak sempurna. Aku membedah satu bunga tak tampak oleh saya putik dan sari benangnya, hanya kelopak kecil berjumlah empat setiap bunganya.
Sampai sekarang aku belum pernah dengar dari daunnya bisa di konsumsi atau tidaknya?
Tapi hanya untuk pengetahuanku saja, aku sengajakan memetik daun dan menciumnya.



Daun bunga ini beraroma jeruk seperti daun kemangi yang biasa untuk lalapan. Saya belum tahu pastinya.
Mungkin dari pembaca ada yang bisa mengulas lebih dalam tentangnya, saya siap membacanya buat tambah wawasan dan pengetahuan saya.
Terima kaaih, sudah membaca.
Bekasi, Indonesia