Tidak pernah ada yang pasti dan mutlak demikian dalam hidup, selalu kadang-kadang. Kadang kita menang tanpa usaha besar, kadang kalah meski sudah maksimal persiapan. Kadang tercapai keinginan, kadang ditunda atau digantikan dengan yang lebih berguna. Kadang rendah hati, kadang tak tahu diri. Kadang bahagia kala sendiri, kadang sepi saat sedang di keramaian. Kadang kesal tanpa tahu sebab, kadang bahagia entah sebab apa. Kadang malas padahal sedang dikejar deadline, kadang rajin walaupun tanpa tuntutan. Kadang rindu, kadang dirindukan. Kadang buang sampah sembarangan, buang sabun kadang-kadang.
Apa yang pernah mutlak? Bahkan sesuatu yang kita duga pasti, bisa jadi tidak pasti. Lihatlah Jerman saat melawan Korea Selatan. Siapa sangka mereka dikalahkan hingga dua angka? Nazi takluk di kaki Opa. Huh
Hidup memang selalu kadang-kadang. Entah sebab apa tiba-tiba kadang-kadang kita rajin sekali ibadah. Kadang pula jika kebangsatan kita kumat, tak lebih baik kita dibanding penjahat. Kadang kita bijak, kadang suka menebar jarak. Kadang ingat mantan, kadang ingat utang, kadang ingat utang ditambah huruf 'K' di awal.
Tidak pernah ada yang pasti. Bahkan sesuatu yang kita anggap mustahil bisa saja akan terjadi. Lihatlah langit tanpa penyangga, air laut tak pernah kelebihan debitnya, orang kaya yang bangkrut total dalam hitungan jam, orang miskin yang berjaya seketika, tobatnya Maria Ozawa. Banyak sekali keadaan yang sejangkau kita rasa-rasanya tidak mungkin akan kejadian, tapi kejadian.
Hidup selalu kadang-kadang dan akan terus kadang-kadang. Kadang kita menderita, kadang jadi sumber penderitaan. Kadang bosan main PES, kadang bergairah cari lawan. Kadang menang, lalu menang lagi sebab lawannya lemah seperti Oscar. Kadang kalah, kalah melulu seperti Oscar setiap melawan saya. Kadang pandai berdusta, kadang jujur sampai terbuka rahasia. Kadang digoda, kadang seperti , ternoda. Kadang pakai baju baru, kadang pakai baju partai kayak
alias Dhapu. Kadang kuat, kadang lunglai. Kadang lesu, kadang seperti
dilanda pegal linu. Kadang bisa diandalkan, kadang seperti
diombang-ambingkan harapan palsu dari setiap perempuan.
Kadangpandai dan penuh perhitungan, kadang persis hanya bisa selalu melihat mantan duduk di pelaminan. Kadang rindu tertawa dengan CK
, kadang rindu diurut obat sampai pingsan oleh Mbak
. Oh, tidak, tidak jadi rindu.
Mengapa hidup selalu kadang-kadang, tidak pasti dan penuh kemungkinan? Semata agar kita tidak melangkahi kuasa Tuhan. Bahwa hanya Ia yang punya kuasa atas segala kejadian. Kita hanya makhluk yang bisa menerka dan berencana. Pada-Nya segala keputusan. Kadang-kadang, saya bijak dan insaf, memang.
Posted from my blog with SteemPress : https://pengkoisme.com/2018/06/28/hidup-selalu-kadang-kadang/