Sebulan yang lalu, saya kebetulan ada acara janji ketemu dengan seseorang di daerah WTC Surabaya (World Trade Center Surabaya) yang terletak di jalan Pemuda. Kebetulan pertemuan tersebut selesai di jam makan malam, nah tanpa babibu lagi, langsung saya mencari tempat makan yang terdekat.
Tanpa berpikir panjang lagi saya menuju tempat parkir motor saya, yang terletak di gedung sebelah WTC. Jaraknya tidak terlalu jauh sekitar lima puluh meter dari gedung WTC. Di sana ada beberapa warung yang menyediakan makanan khas andalan masing-masing, dan pilihan saya ada pada Pangsit Mie Mantap.
Langsung saya masuk menuju warung tersebut, ternyata ada hal yang unik. Di bagian depan warung, tempat meja makan dan kursi terlihat seperti warung kebanyakan tapi pas saya masuk lebih ke dalam tiba-tiba si empunya warung berkata agak keras kepada saya, "Mas masuknya nunduk ya!" langsung spontan saya menunduk. Ternyata bagian dalam warung tersebut memiliki langit-langit rendah sehingga yang mau masuk ke dalamnya musti menunduk. Maklum bagian dalam ini adalah bagian dari bangunan akses jalur mobil untuk naik ke lantai atas tempat parkir mobil, yah semacam jembatan begitulah.
Oh iya! Menu yang disediakan di warung ini adalah pangsit mie, mie bakwan dan bakwan campur. Harga dari makanan tersebut rata-rata sekitar dua belas ribu Rupiah, dan rasanya ya lumayanlah sesuai dengan harganya. Kebetulan saya mencoba bakwan campurnya, walaupun rasanya bukan seperti bakwan campur kelas atas tapi lumayan lah dan bisa menganjal lapar juga.
Hmmm....! Jadi secara umum warung ini layaklah untuk tempat bersantap untuk mengobati rasa lapar di perut. Warung ini memang diperuntukkan untuk kalangan karyawan yang bekerja di WTC tapi tidak tertutup juga untuk khalayak umum yang kebetulan berkunjung di WTC Surabaya. (hpx)