Aku suka senja, ia mengajarkan pada kita tentang arti sejuta keindahan dalam sebuah kesementaraan.
Tak apa, aku tak membenci akan hadirnya senja juga semburat jingga yang hanya sementara, yang hadir memesona lalu sesaat kemudian pergi meninggalkan penikmatnya.
Aku tetap suka senja, persetan dengan seluruh omongan buruk tentangnya. Justru senja mengajarkan pada kita, bahwa tak semua yang indah itu bertahan selamanya, bisa saja ia hanya mampir untuk sementara.
Tak usah berfikir betapa kejamnya sang senja yang dengan keindahannya dapat meluluhkan hati dan pada akhirnya saat dia pergi hati ini diobrak-abrik lagi.
Tak usah berfikir betapa sedihnya perasaan orang-orang yang mencintai senja begitu dalam saat ia hilang digantikan oleh gelapnya malam.
Percaya saja semua sudah menjadi takdir-Nya. Jika senja itu diibaratkan cintamu yang pergi, ingatlah lagi bahwa ia hanya menjadi perantara antara matahari yang telah turun ke ufuk barat dan bulan cerah yang dapat terbit dari sisi manapun.
Kudo'akan bulan cerahmu cepat datang, ya!
Follow us :