Seseorang bertanya padaku, mengapa pelangi selalu terlihat indah bilamana tertatap netra. Bukan. Bukan sebab riuhnya warna-warni di sisinya. Melainkan kehadirannya yang sesaat, kala mentari merona setelah hujan merinai sendu sementara langit terkuas emas kelabu. Serupa hadirnya harapan ketika senyum merekah di sela-sela kesedihan. Dan serupa lindapnya rindu, saat secuil wartamu terselip di bilik-bilik mayaku.
-Pelangi di Kota Tepi Waktu-
.
.
.
.
.
"Do not be sad for too long. You must know, the rainbow looks beautiful because it comes when the sun shines after the descending of gloomy rain."
-Hian Alysya-