Disaat gelap masih menyelimuti fajar, Aku mulai bangkit dari tempat tidur. Dan tanpa harus berfikir pajang lagi, aku langsung bergegas mengisi pakaian dan beberapa pernak pernik lainnya kedalam tas ku. Mudah-mudahan tak ada satu pun barang yang ingin ku bawa yang tertinggal. Namun, pasti ada saja barang yang tertinggal.
Bandara Sultan Iskandar Muda. Merupakan bandara partama, sekaligus menjadi saksi bisu bagi seorang dalam hidupnya. Dari bandara Sultan Iskandar Muda, dia diangkut menuju kota Bandung, ibu kota provinsi Jawa Barat.
Pagi yang masih terlalu gelap, Bang Oloy pun tiba di Bivak Emperom tepat pada waktu yang di jadwalkan, Saya dan beberapa rekan-rekan dari ,
,
dan
, siap berangkat untuk menuju Blang Bintang.
Sesampainya di bandara, rasa gugup dan gelisah muncul secara bersamaan. Dan mulai kepikiran yang aneh-aneh, mungkin itu karena partama kalinya saya naik pesawat. Instruksi dari crew pesawat mulai terdengar memanggil-manggil penumpang untuk dipersilakan memasuki pesawat. Suasana hati terasa semakin kacau, pikiran melayang-layang.
Disaat pesawat mulai mengambil ancang-ancang untuk terbang, saya hampir tak tau mau buat apa lagi. pasrah, mungkin itu terlalu konyol, tapi itu bukan sifat ku. aku pun berusaha melawan rasa takut yang menyelimuti pikiran ku selama ini. Dan rupanya naik pesawat itu hampir sama seperti naik mobil L300 yang lagi naik polisi tidur.