Berwisata kok di bandara? Iya, karena belum ada aturan khusus yang mengatur kalau berwisata harus di sini atau di sana. Masih tergantung selera masing-masing wisatawannya hehehe.
Nah, lalu mengapa saya memilih judul 'berwisata' untuk tulisan ini? Padahal sebenarnya saya cuma numpang lewat saja di sini jelang keberangkatan dari Jakarta ke Banda Aceh via pesawat Garuda pada Minggu, 10 Desember 2017 lalu. Itu semata-mata untuk mengapresiasi betapa ciamiknya Terminal 3 ini yang resmi dibuka pada 9 Agustus 2016 lalu.
Salah satu yang paling menonjol dari terminal 3 ini adalah luasnya yang bikin ampun. Total luasnya mencapai 422.804 meter persegi. Luas bangunannya sekitar 331.101 meter persegi. Setelah check in tiket, perjalanan menuju gate adalah perjuangan tersendiri bagi para 'wisatawan', eh, bagi calon penumpang maskapai Garuda dan sejumlah maskapai luar negeri. Apalagi bagi penumpang yang mendapatkan gate nomor cembret 20 ke atas.
Gempor gempor deh! Tapi syukurnya ada golf car yang bisa dimanfaatkan oleh penumpang. Satu mobil ini bisa mengangkut setidaknya enam penumpang. Bagi yang tak ingin olahraga dadakan, bisa mencoba fasilitas ini. Sembari itu kita bisa menyaksikan lalu lalang petugas bandara menggunakan sepatu roda. Anggap saja ini semacam atraksi khusus.
Bagi yang tidak terburu-buru, di sinilah letak keseruannya. Sebab memberikan kesempatan bagi calon penumpang untuk mengeksplorasi terminal yang sangat instagramable. Ada taman-taman indah dengan bunga-bunga tropis seperti anggrek dan pakis yang sangat menarik perhatian. Dua jenis tanaman ini bisa hidup dengan tingkat paparan cahaya matahari yang sangat rendah. Jadinya sangat cocok dijadikan tanaman hias untuk lokasi in door seperti di bandara.
Taman-taman ini menjadi lokasi favorit calon penumpang untuk berswafoto sembari menunggu jadwal keberangkatan. Di seputar taman ada bangku-bangku kayu yang bisa diduduki. Taman ini dipermanis dengan ornamen berupa lampu taman yang kekuningan, menambah kesan eksotis. Saya pun tak lupa untuk mengabadikan beberapa gaya di spot ini. Mumpung kan? :-D
Santa Claust dengan ciri khas kostum merah berjanggut putih lebat menjadi ornamen yang juga cukup menyita perhatian. Melihat Santa dengan dua boneka salju Olav di sampingnya, langsung mengingatkan kita bahwa sebentar lagi para umat kristiani akan merayakan Natal pada 25 Desember mendatang. Ada banyak kado di sekeliling Santa. Santa Claust yang diyakini berasal dari Finlandia ini dipercaya sebagai pengirim kado-kado Natal.
Aneka mural cantik juga menghiasi dinding di sejumlah titik tertentu di Terminal 3 ini. Mural-mural itu untuk mengkamuflase keberadaan tabung api yang tentunya akan mengganggu pemandangan dengan warna merahnya yang mencolok.
Terminal ini juga menyediakan dispenser dengan sistem sensor. Jadi, bagi pengunjung yang terbiasa membawa botol minum bisa melakukan isi ulang secara gratis. Lumayan untuk berhemat kan? Bagi yang ingin icip-icip aneka kuliner yang dijual di sini, juga tersedia banyak restoran dengan beragam kategori.
Gimana, ada rencana berwisata di sini?[]