Capcay ala koki Ihan Sunrise
Selamat siang steemian, bagaimana puasanya di hari kedua ini? Semoga tak ada masalah apapun ya. Semoga kita selalu sehat agar ibadah yang kita lakukan tanpa kendala. Omong-omong soal kesehatan, ada banyak faktor yang memengaruhi kesehatan seseorang. Salah satunya adalah dengan tetap menjaga pikiran agar selalu positif, salah duanya yaitu dengan menjaga gaya hidup sehat. Misalnya dengan tidak merokok, menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga rutin, hingga memilih dan memilah asupan makanan yang masuk ke tubuh. Bahkan dalam agama Islam kita dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang halalan thayyiban, halal dan menyehatkan.
Selama bulan Ramadan pemandangan yang lazim kita lihat adalah banyaknya pedagang musiman di sore hari. Kalau saya bilang, jumlahnya seperti 'aneuk rateb', berderet di sepanjang ruas jalan protokol seolah tanpa putus. Aneka makanan dijual dengan berbagai bentuk dan olahan. Bagi yang suka praktis kondisi ini sangat menguntungkan, tinggal menukarkan dengan beberapa lembar rupiah saja sudah bisa membawa pulang satu dua menu untuk berbuka.
Kalau saya, lebih suka mengolah sendiri menu hidangan untuk berbuka, khususnya untuk lauk-pauk yang berat-berat. Alasannya sederhana, saya bisa mengolah makanan yang sesuai selera, kehigienisannya terjamin, dan lebih sehat karena bahan-bahan yang digunakan pilihan. Dan yang terpenting, menyiapkan makanan untuk orang-orang yang kita cintai itu memang menyenangkan. Capek memang, tapi ada kepuasan hati yang tak terdefinisikan.
Kemarin sore, memenuhi permintaan adik ketiga saya membuat olahan capcay. Hidangan khas Tionghoa yang terkenal dengan banyaknya jenis sayuran dalam satu menu. Secara harfiah 'capcay' artinya aneka ragam sayur. Jadi jangan heran kalau dalam capcay kita bisa menemukan lebih dari lima varian sayuran.
Saya sendiri nggak pernah belajar khusus tentang teknik memasak, begitu juga dengan cara memasak capcay ini. Bumbu-bumbunya saya kreasikan berdasarkan insting saja, dan feeling dari kebiasaan mencicipi hidangan capcay yang sering ada di kenduri-kenduri. Teori saya dalam memasak sederhana, walaupun hasilnya tak sempurna tetap bisa dimakan.
Baiklah, mari kita lihat apa saja jenis sayuran dan bumbu yang saya pakai untuk meracik capcay ala koki Ihan Sunrise ;-)
Bahan:
- 1/2 Ons Jagung muda
- 10 Buah buncis
- 2 Buah wortel
- 1/2 Ons kacang arcis
- 1/2 Buah bawang bombay
- 1 Batang daun bawang
- 1/2 Ons jamur kuping
- 1/4 Kembang kol
- 10-15 Butir telur puyuh
- Minyak untuk menumis secukupnya
Bumbu:
Bumbu yang saya racik mengandalkan insting sebagai pecinta makanan
- 10 Biji cabai rawit
- 1 Siung besar bawang merah
- 3 Siung bawang putih (1 siung dimemarkan)
- 1 Iris jahe, memarkan
- 1 Sdt biji kaca-kaci
- 1 Sdt merica bubuk
- 1 Sdt tepung maizena
- Garam
- 1 Sdt gula pasir
- 3 Butir kemiri
- 1/4 Butir pala
- 1 Buah tomat
- Royco secukupnya
Note:
Haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri, pala, dan biji kaca-kaci. Untuk cabai rawit digiling kasar saja pakai cobek.
Cara Memasak:
1. Panaskan minyak dalam wajan, tumis bawang putih sampai harum, masukkan bumbu halus, merica, jahe, garam, gula, dan Royco (boleh pakai boleh tidak). Aduk sampai harum.
2. Masukkan sayuran, rajangan tomat, aduk rata, tambahkan air, aduk lagi, tutup, biarkan sampai mendidih.
3. Setelah sayur setengah matang masukkan tepung maizena yang sudah dicairkan dengan air, aduk rata, koreksi rasa, masak hingga sayur matang.
4. Sayur siap dihidangkan.
Catatan:
Telur puyuh bisa diganti dengan udang, cumi, atau daging ayam. Untuk bahan sayur bisa juga ditambahkan bakso, pasti lebih komplit dan enak.
Untuk dua porsi. Satu porsi cukup untuk tiga orang.
Memasaklah dengan penuh cinta, hasilnya pasti enak.[]