Dewasa sekarang ini anak muda memang dilanda perasaan ragu dan was-was, sampai akhirnya bingung memilih untuk serius pacaran atau melanjutkan kuliah. Kedua-duanya memang penting karna pacaran untuk menikah dan kuliah untuk masa depan, sehingga anak muda seperti kami ini bingung dan akhirnya banyak yg pasrah sampai ada mahasiswa yang akhirnya menyerah dan lebih memilih untuk menikah .
Bukan tanpa sebab atau alasan, semata-mata hanya ingin kesenangan tapi juga ingin masa depan. Bagaimana keduanya bisa didapatkan sekaligus tetapi akal yang sehat pikiran yang kuat tak sepadan dengan pertimbangan untuk kedepan. Wajar memang jika anak muda hobi nya nongkrong, kongkow-kongkow ria bersama kawan, tapi yang heran kenapa harus mengorbankan masa depan. Toh, nanti nya pasangan dapat di dicari setelah masa depan memadai.
Oke, mungkin alasan itu masih awam untuk kalangan kami yang masih suka senang-senang, seperti satu kata, nikmati dulu masa muda, masa tua toh nanti datang sendiri. Kalau di fikir-fikir ada betulnya juga tapi banyak melenceng dari keinginan. Sehingga hal itu menjadi beban dan akhirnya merusak masa depan.
Oke, kembali lagi tentang pacaran atau menikah. Saya tak pandai memberi nasehat, tapi saya punya pendapat, coba kita buka cakrawala berfikir kemana ujung dari akhir kisah muda kita, akankan dia sukses atau malah sebaliknya menjadi bencana bagi jiwa dan raga kita. Sebaiknya sih pemuda itu banyak membuka peluang supaya bisa membangun masa depan. Pacaran kan masih bisa setelah menikah dan jodoh itu nggak akan kemana dia selalu ada dan mengikuti dimana pun kita berada, sukses dulu baru pacaran ( pacaran setelah nikah ya :) )