Tak kuat mendengar ocehanmu
Serasa terinjak oleh kata-kata pahit sepahit empedu
Yang begitu dalam menusuk sampai kejantung hatiku
Pedih... namun ku ingin semua cepat berlalu
Dari mana muncul ide-ide kotor itu?!
Wahai engkau si manusia hina, ingatlah jangan terfokus pada waktu
Jangan diam membisu seperti batu
Pura-pura hanya akan menyisakan pilu
Sadarkan aku dari bayang-bayang semu
Juga sendu yang terus menerus palsu
Membiasakan resah ini menjadi kaku
Terhadap rindu yang selalu membuat malu