Memori indah dikala masa-masa penjajakan serasa begitu indah, namun kita sebagai insan ciptaanNya harus teliti dalam mencari dan memilih pasangan. Postinganku kali ini di ilhami dari perjalanan hidup bertajuk "asmara" waktu masih bergerilya cinta dengan si dia mantan pacar semasa dulu.
Hampir kurang lebih delapan tahun lamanya mengenal kamu semenjak di bangku sekolah hingga sekarang menjadi istri sekaligus ibu dari anaku. Semuanya penuh kenangan tak terlupakan entah berapa banyak cerita yang menghiasi perjalanan asmara kita. Suka duka bersama kita lewati tanpa memandang status kita waktu itu, membekas sudah pasti akan jadi sebuah cerita di masa depan untuk aku kisahkan kepada keturunanku kelak. Dan juga untuk diabadikan dilembaran history cinta hidupku.
"long distance releationship" itulah gaya pacaranku waktu itu. Sudah ditakdirkan jodoh atau suatu kebetulan semata, kita bertemu di warung kopi samudara milik abah Yayat yang letaknya tidak begitu jauh dari tempatku bermalam(kos-kosan) waktu itu. Memang pandangan pertama membuat siapapun yang mengalaminya jadi berkesan. Hanya dengan lirikan mata, paras nan cantik rupawan dirimu penggoda imanku membuat hati ini tergerak untuk berkenalan dengannya. Tersipuh malu pastinya, namun hatiku tak kuasa menahan gejolak si tangan ini penuh ambisi untuk segera berjabat tangan serta merapatkan jari jemariku dengan jari jemarinya yang lembut bagaikan salju. Sesekali kita saling lemparkan senyum, hingga akhirnya bertegur sapa.
Isi hatiku bergumam tidak butuh waktu lama dengan pedenya memberanikan diri untuk sekedar say hallo.."lagi beli apa neng?? Maklum lah ada bidadari nyasar sayang kalau dicuekin hehe.., dan kebetulan aku lagi sendiri alias jomblo. Sedikit malu-malu diapun tersenyum sambil menjawab.."lagi beli minuman dingin!, ungkapnya dengan nada sedikit ketus. Wajar saja belum pernah ketemu mungkin dengan terpaksa dia menjawab seperti itu. Walau cuma sebatas dia menjawab seperlunya, hati ini serasa melayang, jantung pun berdetak kencang dag dig dug kembang kempis, senangnya bukan kepalang pasalnya pertanyaanku dijawabn olehnya sang bidadari yaitu "kamu".
Setelah pertemuan itu aku langsung saja mencari informasi tentang dia. Seperti layaknya detektif ,aku berjuang mencari tahu seluk beluk dimana dirimu, asal kamu dan yang terpenting nomor handpone. Bak gayung bersambut tidak selang berapa lama aku dapatkan alamat dimana dia tinggal sekaligus nomor handponenya. Setelah itu aku dan dia sering bertemu dan kita pun berpacaran hingga sekarang menjadi istri.
"Perjuangan cinta memang penuh drama hingga lika liku terukir indah direlung hati dan banyak pula hal yang membuat perjuangan itu berkesan. Aku adalah pejuang cinta yang rindu akan sosok bidadari yaitu "Kamu".
Semoga ceritaku hari ini bisa diterima oleh sahabat steemians, kurang lebihnya saya mohon maaf.
Terima kasih,
Brebes, 18 Mei 2018