Hampir dua belas bulan lewat tiga hari hewan berbulu yang hobinya tidur ini, tumbuh besar. Dia mempunyai ciri khas raungan suara (meong..meong..dan meong) dengan sedikit berkumis, bergigi dan berkuku tajam. Dari kecil hingga sekarang, hewan yang menggemaskan ini tinggal dan hidup serumah.

Serumah dengan hewan ini banyak sekali cerita suka dukanya, sejatinya dia adalah hewan yang setia pada tuannya selain dogi (anjing). Tapi untuk di perintah lumayan sulit sekali, tak seperti dogi (anjing). Setiap harinya si pirang selalu menjaga rumah walaupun kebanyakan tidurnya dari pada kerjanya haha..
Seperti layaknya seorang scurity komplek dia menjaga keamanan rumah dari serangan tikus-tikus liar nakal yang mau mencuri makanan di meja dapur.
Dan terkadang suka berlarian kesana kemari di atas genting. Semenjak ada si pirang rumahku jadi aman juga tentram, si tikus pun enggan menampakan batang hidungnya.

Sebenarnya si pirang mempunyai dua sodara tapi entah kenapa mereka pergi begitu saja tanpa sebab yang pasti. "kucing mana bisa ijin kalau mau pergi" hehe.. Yang jelas si pirang sudah sangat dekat seperti layaknya teman bermain, ya terkadang suka bikin nafsu ketika lapar meminta jatah makan, suara raungannya (meong..meong..dan meong) hadeuh dia gak akan berhenti sebelum di kasih.
Benar saja setelah diberi makan si pirang pun langsung berhenti terdiam.
Dari semenjak dalam kandungan induk nya hingga sebesar sekarang si pirang selalu bertingkah lucu dan pastinya menggemaskan. Si pirang paling suka ketika dagunya di elus-elus, suara Rrrrrrrr langsung keluar. Itu menandakan bahwa dia suka di manja.
Semua bercampur dalam suasana ke akraban yang begitu menyatu antara manusia dan binatang.

Ada sedikit cerita unik dari ibuku dan saya pun kurang begitu menanggapinya tapi ini nyata (apa benar sampe segitunya). Ceritanya saat ibuku kemarin pergi ke mushola untuk melakukan sholat taraweh kebetulan waktu itu ibu berang kat duluan bersama ayah, musholanya pun agak lumayan jauh dari tempat tinggalku, dengan tidak diperintah si pirang pun mengikuti mereka dari belakang, sesampainya di mushola si pirang entah menghilang kemana yang jelas dia terus mengikuti tuannya sampai tujuan.

Selesai sholat taraweh ibuku penasaran dan memanggil nama kucing kesayang annya dengan sebutan pus..pus..pus.. (panggilan si pirang), karena takut hilang. Benar saja, tidak selang berapa lama si pirang pun muncul sambil berlari menghampiri dan kembali pulang bersama ibu dan ayahku. Entah apa yang di lakukan si kucing setia ini, sampe satu jam lamanya menunggu tuannya hahaha..
Sekian dulu sedikit ceritaku tentang si pirang ini, semoga sahabat steemian terhibur.