Sebelumnya kita sering bahkan mungkin setiap hari membaca surat kabar, majalah atau mungkin berita online. Kita sering bahkan setiap hari menonton tayangan televisi, film tragedi, dan menonton berita. Kita disuguhi berbagai informasi yang membahagiakan sekaligus informasi yang menyakitkan. Kita kerap diajak untuk berkelana secara mengasyikan ke penjuru dunia. Tetapi, tak jarang, kita juga dibawa untuk menyaksikan berbagai peristiwa yang amat menyesakan dada, dari mulai pengangguran, pembubuhan, kerusuhan, kelaparan, pemerkosaan dan banyak lagi.
Kita kerap terhanyut, seperti mengalami sendiri berbagai fenomena dan peristiwa secara langsung. Ada saatnya kita tertawa. Tetapi, ada saatnya kita sedih bahkan menangis. Semua itu terjadi karena kekuatan dahsyat bahasa jurnalistik. Sebagai salah satu ragam bahasa, bahasa jurnalistik kini menjadi primadona dalam sajian berita. Ini semua terjadi karena sebuah bahasa yang digunakan, pemilihan diksi juga mempengaruhi. Untuk tulisan berikutnya, saya akan menulis apa arti dan fungsi bahasa jurnalistik. Tulisan pertama ini dimaksudkan sebagai jendela pembuka untuk bisa masuk kedalam tulisan-tulisan berikutnya tentang jurnalistik.