Gayo kembali diramaikan oleh para wisatawan dari luar daerah, kini mahasiswa yang sedang mengabdi di daerah Gayo berkesempatan untuk menikamati keindahan yang diberikan dari alamnya.
(Danau Laut Tawar, lokasi Putri Pukes)
Mulai dari pinggiran danau para wisatawan dari luar menyempatkan waktu liburan ke negri diatas awan ini. Tak tanggung sebahagian berbondong-bondong datang dengan menaiki Bus. Kemudian gerombolan komunitas anak motor juga tidak ketinggalan untuk datang sembari berfoto-foto dipinggiran danau.
(Danau laut Tawar, dilihat dari Puncak Bur Telege)
Takengon kini tidak juga terkenal oleh danau Laut Tawarnya. Kini banyak tempat wisata yang menawarkan keindahannya. Mulai dari keindahan perkebunan kopi dan perbukitannya yang sudah dirombak dengan hiasan yang sangat menawan.
Para wisatan kagum dengan keindahan yang dipandang dari perbukitan dan langsung melihat seluruh sudut kota Takengon dan luasnya Danau Laut Tawar.
(Danau Laut Tawa, kawasan Dermaga Takengon yang sedang ramai dikunjungi)
Mereka bertanya kepada saya tentang perkembangan tempat wisata yang begitu cepat dan dilihat dari tahun sebelumnya mungkin hanya diramaikan oleh wisatawan dari lokal saja dan dari daerah tetangga yaitu Bener Meriah.
Mereka juga bertanya apa aja yang bisa dibawa untuk oleh-oleh keluarga dirumah. Saya pun begitu semangat untuk memberitahu seperti Ukiran kerawang (Gelang, syal, peci, dompet dan baju) ada juga yang menjual ikan khas yaitu Gule Depik (Ikan Depik), Lobster Air Tawar dan sayur-sayuran kemudian buah-buahan.
(Ukiran Kerawang Gayo)
Mungkin kopi sudah menjadi oleh-oleh yang wajib bagi para wisatawan dan mungkin para wisatawan belum tahu apa saja yang bisa dibawa karena mungkin di kawasan tempat wisata tidak terdapat orang yang menjual seperti yang sudah saya sebutkan tadi. Dan ini bisa menjadi hal yang dipikirkan "Menjual Pernak-pernik khas Gayo dikawasan tempat wisata".
Ayo Ke Gayo
Irhas Apra
Sabtu 14 April 2018