Dalam 2 bulan terakhir ini, saya sering sekali menerima pasien dengan keluhan gatal-gatal dan sangat mengganggu pada malam hari. Ditambah lagi ternyata anak bersekolah dengan tinggal di asrama dan teman-temannya memiliki keluhan yang sama persis. Dengan anamnesa (keluhan yang diceritakan) serta pemeriksaan yang saya lakukan, penyakit ini bernama Scabies. Apakah scabies itu?
Scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit kutu kecil (tungau) Sarcoptes scabei. Kutu kecil ini suka berada pada sprei, pakaian dan handuk. Maka itu bila ada satu orang yang terkena maka akan tertular pada mereka yang tinggal satu rumah atau asrama.
Gejala yang timbul adalah bentol-bentol kecil yang sangat gatal dan umumnya terjadi pada kulit yang tipis seperti sela-sela jari tangan dan kaki, lipatan kulit, siku, lutut, ketiak, kemaluan dan bokong. Kadang bisa terlihat seperti terowongan putih disekitaran bentol tersebut.
Apakah menular? Seperti yang telah dibicarakan diatas, jika satu orang yang terkena akan mengenai orang yang tinggal satu rumah atau asrama karena penularan melalui kontak kulit ke kulit. Penyakit scabies ini sangat mengganggu karena jika tidak didiagnosa dengan benar dan tidak mendapat terapi yang tepat sehingga berbulan-bulan akan merasakan gatal-gatal membuat kualitas hidup menurun. Prestasi anak menurun karena anak sulit tidur malam karena gatal yang sangat gatal.
Disamping mendapat pengobatan dengan salep permentrin 5%, hal yang menjadi penting adalah higiene perorangan dan lingkungan. Sumber infeksi nya harus dibasmi dengan cara :
- Alat tidur (bantal, kasur, guling, sprei dan selimut) dijemur
- Pakaian dan handuk tidak boleh tukar pakai dengan orang lain
- Mencuci dengan air panas terlebih dahulu atau menggunakan bayclin
- Pada anak yang tinggal di asrama → dilakukan kegiatan pembersihan yang kontinu agar tungau benar-benar dibasmi
Lagi-lagi hidup bersih dapat meminimalisir terjadinya penyakit scabies.