Ada sebahagian orang yang terkejut saat melihat bulan sabit di malam Jumat atau malam kedua terawih sudah sangat besar dan tinggi di ufuk barat. Hal ini mebgakibatkan sebahagian orang berspekulasi bahwa seharusnya puasa di hari Rabu, bukan hari Kamis 17 Mei 2018. Berspekulasi boleh-boleh saja terjadi, apa lagi dari orang yang awam dalam bidang ilmu astronomi islam.
Untuk menjelaskan kebenaran puasa Ramadhan 1439 H jatuh hari Kamis 17 Mei 2018, kita harus tau dulu data hilal untuk awal bulan Ramadhan 1439 H. Pada tanggal 29 Syakban 1439 H posisi hilal saat matahari terbenam di seluruh Indonesia masih di bawah ufuk, jadi jumlah hari bulan Syakban harus digenapkan 30 hari dan 1 Ramadhan jatuh hari Kamis 17 Mei 2018 dengan cara istikmal.
Mengenai posisi hilal di malam Jumat atau malam kedua Ramadhan yang terlihat besar dan tinggi itu wajar-wajar saja dan itu benar adanya, namun bukan berarti kita terlambat berbuasa. Kita bisa membandingakan dari data hilal dalam gambar di atas, malam kamis hilal sudah 12 derajat, malam jumat bisa ditambah 13 derajat, sama dengan posisi hilal di malam jumat itu 25 derajat dan ini sudah pasti besar dan tinggi hilal. Yang sangat penting untuk diketahui bahwa bila masuk bulan baru dengan cara istikmal, bukan dengan rukyah hilal pasti kasusnya sama. Bulan terlihat tinggi dan besar di malam kedua, seolah-olah cocok nya malam ketiga. Sekian