Seandainya dari dulu diketahui bahwa ini adalah bibit unggul, maka takkan pernah diabaikan untuk ditanam. Tanah yang kering dan gersang itu akan mampu di olahnya seolah tanah subur. Bibit unggul itu, tidak mesti disemai dengan manja, bibit unggul itu tidak pernah memilih-milih tanah. Dia akan beradaptasi dengan lingkungan dan menyesuaikan diri, lalu tumbuh dengan iringi banyak pujian dari penikmat manfaatnya.
Kilat dan petir, embun dan hujan cukup menjadi sebagai motivator baginya. Hanya jiwa yang mampu menganalisa suatu hal menjad penyemangat dalam jiwa seseorang, terutama dalam menghijrahkan diri menjadi manusia yang mapan.
Morad marid ekonomi, tidak hanya dirasakan oleh masyarakat miskin saja, tapi dirasakan pula oleh segenap para orang-orang kaya di daerahku bahkan negara ini juga demikian bahkan menduduki nomor wahid. Suatu keanehan jika demikian, tapi memang benar demikian adanya. Beginilah kondisi negara kami, saat ini dan mungkin sampai dunia ini kiamat sekalipun.
Negara kami masih berutang pada sejumlah negara, padahal utang yang sbelumnya belum dilunaskan, tapi mesih berutang lagi dan inipun saya menganalisisnya kalau negara ini akan terus berutang sampai dunia ini kiamat, karena sistem yang digunakan oleh negara ini adalah sistem tambah hutang bukan sistem berutang lalu bayar hutang atau yang sering di sebut dengan gali lobang tutup lobang.
Kondisi negara seperti ini, yang membuat beban bagi kita sebagai warga negara. Yakin atau tidak, sangat tergantung pada penilaian. Misteri dibalik topeng akan terungkap dengan sikap dan pekerjaan. Terus mengabdikan diri tanpa mengharap imbalan dan penghargaan, akan memuaskan hati yang merindukan perubahan.
Perasaan batin, hanya bisa dirasakan oleh batin. Bagaimana keadaan batin akan terpancar dalam keseharian, jika kondisi negara terus seperti ini. Gejolak Politk sumber permasalahan di negara ini, terpecah belahnya masyarakat, lain halnya dengan sikap yang ku miliki, sebagaimana status facebook yang pernah kutuliskan di suatu hari yaitu sebagai berikut:
"Aku hanya bersikap biasa saja karena aku orangnya bisa aja. Sekarang biasa saja walau menurut mereka aku sudah luar biasa. Biasa saja dan luar biasa menurutku biasa saja, maksudnya sama aja. Ngak ada yang luar biasa dan tak ada pula yang biasa aja semua sama saja. Bingung cara menjelaskan dan biarlah semua ini mengalir apa adanya. Ngak butuh penilaian untuk melakukan sebuah kebaikan.
Berbuat baik itu gampang, menjaga kebaikan itu yang sulit. Bersabar atas makian dan hujutan serta penafsiran tidak sepadan yang diarahkan kepada kita, dari orang yang gagal faham atas persoalan atau kita katakan saja orang-orang bodoh itu. Mereka bodoh karena bangga dengan kebodohannya, mereka bodoh karena tidak mau belajar, mereka membenarkan sesuatu tanpa dibarengi analisa dan penelitian yang benar, namun seolah-olah mereka bergaya pahlawan dan serba biasa.
Menyikapi persoalan sosial, iri, dengki, khianat dan bahkan adu domba nerupakan suatu persoalan yang sangat menantang. Menantang kita untuk terus bersabar, menikmatinya untuk sebuah pembelajaran dan pengajaran, sehingga kita dapat mengolahnya menjadi pebgalaman hidup untuk masa depan.
Merasa diri masih bodoh. Minder mendaki suatu puncak yang tiada pernah terpikirkan sebelumnya. Tidak untuk mengandalkan pihak ketiga. Fokusnya di ketentuan dan berusaha untuk tidak menabrak aturan. Menggiatkan belajar, di buku dan lingkungan, UU, Qanun dan Peraturan. Perlu melakukan pengkajian terhadap turunan UU dari berbagai macam kasus dengan pasal yang pernah di alamatkan kepada seseorang.
Bersaing dengan ratusan orang yang memiliki segudang pengalaman dan kecerdasan, menjadi keasyikan tersendiri dalam menjelajahinya. Ketegangan saat menununggu hasil pengemuman, sedikit bertambah kencang detak jatung, seolah bagai pasangan penganting yang baru masuk ke kamar. Semoga Allah meridhai langkah ini, demi akhirat dan duniaku dan demi keluarga juga orang-orang yang kusayangi. Bismillahirrahmanirrahiiim [jbl]