Kemarin, saya memanfaatkan waktu dengan belajar (lagi). Bersama sang steemian di bidang edukasi, abgda , dan sang promotor abgda
, saya kembali melakukan percakapan penting. Penjelasan bg
akan saya tuliskan pada postingan selanjutnya.
Bg menceritakan tentang pandangannya terhadap steemian. Beliau mengatakan bahwa di steemit tidak ada deskriminatif terhadap steemians. Siapapun steemian yang berkarya di sini, entah di dunia luar sudah terkenal sebagai penulis, fotografer, pelukis, seniman, sastrawan, penyanyi, pemain alat musik dan lainnya, akan tetap memulai karirnya di steemit dari zero.
Dalam perjalanan menjadi steemian, banyak hambatan yang dihadapi, lanjutnya. Manusiawi bila kita merasa kecewa saat karya yang kita anggap bagus tidak mendapatkan upvote sesuai keinginan kita. Padahal, sudah dipastikan bahwa semua steemian pernah merasakannya. Hal ini yang secara tidak langsung akan menggugurkan para steemian yang rapuh.
Ada tiga hal yang perlu diterapkan sehingga menjadi steemian sukses (insyaAllah) versi bg , yakni :
1. Komitmen
Penting memperkuat komitmen dengan tekad yang teguh agar tetap berkarya. Meskipun tidak mudah, tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau berusaha.
2. Konsisten
Di antara begitu banyaknya kegiatan kita sehari-hari, konsisten dalam menulis dibutuhkan untuk memastikan karya kita dapat dilihat oleh orang banyak.
3. Kesabaran
Butuh perjuangan untuk menjadi steemian sukses. Oleh karena itu, kesabaran perlu dipupuk agar jiwa menulis kita tidak akan pernah padam oleh masalah sepele.
Akhirnya, saya selalu kagum terhadap abgda karena kemampuannya menulis langsung dalam bahasa inggris sangat lancar. Meskipun butuh waktu, saya akan belajar meng-up grade bahasa inggris lagi sehingga menyusul abgda
menjadi steemian yang sukses. Terima kasih abgda, semoga kita bertemu lagi. Dan semoga, banyak steemian yang mengikuti jejak sukses abda. Amin.