Hari ini seakan Ilham tak henti-hentinya turun ke bumi. Tepatnya turun ke dalam aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Ar-Raniry Aceh. Bagaimana tidak, seorang anak muda yang sampai tulisan ini diposting, masih menyandang status Mahasiswa.
Mahasiswa sebuah status yang bagi saya mengingatkan bagaimana jerih payah orang tua, banting tulang membiayai kuliah anaknya guna menjadi sarjana dengan harapan bisa membawa masa depan dirinya dan keluarganya menjadi lebih baik. Tak jarang kadang harta tanah dan emas milik Sang Ibu ikut berubah menjadi Rupiah untuk dikirim ke rekening agar bisa bayar SPP yang kadang sering juga habis buat beli rokok dan kopi pancung.
Kembali ke aula FDK tadi. Seorang kawan saya yang saya kenal sejak 4 tahun silam, sedang berjuang mempertanggung jawabkan tugas akhirnya dihadapan para dosen penguji yang terus menikam dirinya dengan pertanyaaan-pertanyaan, yang terkadang terdengar lebih cocok disebut ledekan bagi si penjawab.
Skripsi ini sungguh luar biasa bahasanya dan hasil datanya cukup mengejutkan, tapi apa benar anda mengerjakannya sendiri?, tanya si penguji.
Dengan penuh rasa percaya diri, kawan saya menjawab; Saya mengerjakan ini dibantu oleh dua orang yang bertindak sebagai dosen pembimbing saya. Jawaban itu langsung disanggah oleh Dosen yang duduk tepat didepannya, sepertinya beliau lah yang dimaksud dalam jawaban tadi. Bukan itu yang dimaksud, orang lain siapa?, sanggah si dosen. Owh orang lain yang saya minta bantuan adalah kawan-kawan saya, terutama ketika menggunakan aplikasi SPSS. Karena semasa kuliah saya tidak pernah diajarkan bagaimana untuk menggunakan aplikasi itu. Hanya perkenalan singkat saja sebatas menampilkan di slide. Ini loh gambarnya aplikasi SPSS, udah itu aja. Jawaban itu disambut senyum tipis dan anggukan ringan dari para dosen penguji. Sungguh sebuah jawaban umpan balik bagi si dosen, yang notabene bertanggung jawab atas pengajaran bagi mahasiswanya. Bereeh!
1 kali ketukan pulpen dosen penguji menandakan sidang diskor selama dua menit. Semua yang hadir di aula keluar, termasuk kawan saya yang sekarang akan saya sebut namanya; Munzir yang juga seorang PNS (Pegawai Nanggroe Steemit) dengan akun
Raut gelisah bercampur pasrah masih belum luntur dari wajah Munzir. Sampai akhirnya salah satu dosen berdiri, dan menyuruh Munzir juga ikut berdiri.
Sambil membetulkan kupiah hitamnya, Munzir semakin pucat pasi seperti tak nyaman dengan kostum hitam putih + stelan dasi hitam yang seumur hidupnya tak pernah ia kenakan, kecuali semasa SD nya dulu. Itupun warna merah yang hanya cukup dikalungkan dengan karet putih, sudah cukup lengket dibawah dagu yang masa itu belum ada janggut sehelai pun yang tumbuh.
Sang Dosen masih berdiri sambil memegang beberapa lembar kertas dalam map yang terkesan hanya bahan pegangan formalitas saja. Sambil mengumumkan;
Bismillahirahmannirrahhim, saya selaku Sekretaris Dewan penguji, hari ini tepatnya Selasa, 23 Januari 2018, pukul 10 lebih 58 menit. Dengan ini mengumumkan hasil sidang Skripsi saudara Munzir dengan NIM: 411106182, yang judulnya PEMANFAATAN SUMBER BACAAN SEBAGAI REFERENSI DALAM PENYELESAIAN TUGAS MAKALAH (Studi Terhadap Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry) dinyatakan LULUS dengan nilai A.
Akhir kata melalui postingan ini saya ucapkan Seulamat Munzir Welcome to The Jungle (Reality)
Lampiran foto lembaran Kesimpulan Skripsi ;
Kata Pelacur yang saya sematkan di judul postingan ini. Saya kutip berdasarkan komentar salah seorang dosen penguji tadi yang begini katanya; Saya sangat mengapresiasi penelitian ini. Karena akhirnya bisa mengungkap data secara ilmiah tentang perilaku plagiat mahasiswa di kampus ini, yang tidak jauh beda dengan kegiatan Pelacuran.