Wanitaku adalah surgaku
By pixabay
Hari yang terik membakar kulit yang gersang Peluh yang bercucuran membasahi tubuh Tangan yang mulai lemah masih sangat Kaki yang gemetaran masih tangguh
Peluit sudah berbunyi untuk pulang
Ku ambil sepeda renta yang jadi sahabat jalanku
Tubuh yang menyoraki rasa capek
Sendi sendi yang menangis
Sampai dirumahku dipojok desa
Sepeda tua kuparkir di samping pintu
Saat itu terdengar suara lembut merasuk ke telingaku
Sayang sudah pulang ya
Pintu sudah terbuka
Seorang bidadari yang cantik tersenyum sisanya
Ditangannya segelas minuman segar
Sambil melihat ke wajahku dengan lembutnya
Lalu aku masuk kerumah
Indahnya hatiku dan seluruh rasa lelah berguguran
Aku berkata dalam hatiku
Wanitaku adalah surgaku.