Satu bulan yang lalu, semua media dengan gencarnya menyajikan berita tentang surat obligasi yang pernah dibuat oleh pemerintah Indonesia untuk para pemegang saham terkait pengadaan pesawat kepresidenan pertama republik indonesia yang merupakan cikal bakal lahir pesawat garuda Indonesia AirWasy.
Permasalahan obligasi atau suarat utang pertama sekali mencuat dari salah seorang yang bernama nyak sandang, yang merupakan pemilik asli obligasi dimaksud. berdasarkan obligasi tersebut nyak sandang menggugat pemerintah untuk memberikan perhatian dan pembayaran terhadap surat utang tersebut. permintaannyak sandang sebenarnya tidak terlalu banyak dan muluk, hanya meminta kepada kepaada pemerintah obligasi tersebut dibarter dengan tiket perjalanan ibadah Haji.
pernyataan nyak sandang menjadi permulaan lahirnya obligasi-obligasi lainnya yang pernah diterbitkan oleh pemerintah pada saat pengadaan pesawat kepresidenan yang justru angkanya lebih fantastis ketimbang yang dimiliki oleh nyak sandang.
beredarnya tuntutan pembayaran obligasi yang jumlahnya sangat besar tentunya sangat membebani keunagn negara saat ini, jikalaupun harus membayar dananya darimana. disisi lain yang namanya hutang tetap harus dibayarkan.
disini kita hanya berharap bahwa pemerintah tetap harus mengupayakan pengembalian pinjaman tersebut, kasihan mareka yang telah berkorban dan berjasa bagi negeri ini denganmengorban hartanya. apalagi aa sebagaian dari mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan.
Not Foto Dokumentasi diambil dari Grop Tribun (serambi Indonesia)