Kupu-kupu ku nah indah terbang diantara dahan demi dahan, mencari setetes sari madu dari kembang yang sedang mekar. Ingin sekali saya menangkapnya saat hinggap disebuah ranting yang hijau, namun kupu-kupu terlalu liar untuk kutangkap disore itu.
Saya ingin sekali tahu bagaimana sang kupu-kupu makan dan menghisap sari bunga dengan gigi putihnya. Namun tangan ini tak bisa meraihnya...
Sayap yang coklat dengan keindahannya mengepakkan secara cepat, hingga lensa kameraku tak sempat mengabadikannya. Ranting yang masih agak hijau tempat sang kupu-kupu singgah. Dia memegangnya dengan begitu erat sambil memasang antenanya untuk menangkap gelombang-gelombang disekitar.
Musim penghujan mulai datang, dia bersiap-siap untuk mencari perlindungan dari sang mangsa di alam liar. Sang kupu-kupu masih bersantai diatas ranting, menikmati matahari tenggelam dalam kegelapan.
Ibarat seorang wanita yang sedang menanti kekasih, dia menunggu sambil bersandar diantara dua bahunya. Sedang yang lain menantikan pelukan hangat dari sang kekasih, namun engkau tenggelam dalam lamunan penantian.
Sayap-sayapmu pun mulai mengepak kembali, pertanda hilangnya sinar matahari berganti dengan datangnya sinarnya rembulan.
[Semua Gambar Diambil dengan Kamera Smartphone Oppo-CPH1701]

Posted Using eSteem Surfer
Meet the eSteem Family | Blog, Vote, Share and Get Paid. info@esteem.app
