Dalam hal menulis atau belajar cara membuat tulisan terutama di blog, menurut saya kita juga bisa mendapatkan inspirasi dari kata pertama yang diucapkan oleh bayi. Tapi, ini bukan tentang ide menulis dengan tema utama yang dibahas adalah kata pertama yang diucapkan oleh anak anda meskipun hal itu tidak saya larang sama sekali untuk menuliskannya.
Tulisan ini fokus utamanya adalah mengetahui kenapa kata pertama yang diucapkan bayi adalah panggilannya terhadap ibu-bapak atau keluarga yang lainnya, mungkin juga nama Tuhannya, atau bisa jadi adalah hewan peliharaan di rumah seperti anjing (dog) yang menjadi kata pertama yang diucapkan oleh anak Mark Zuckerberg.
Hubungannya dengan belajar menulis apa?

Foto bayi. Source: AngieToh/Pixabay.
Menurut saya, kita biasanya mudah dalam berkomunikasi bahkan sangat lancar tanpa henti jika kita benar-benar menguasai topik yang sedang dibicarakan. Sama halnya juga dengan topik yang akan ditulis dimana hal-hal yang sering kita pelajari dan amati akan memudahkan kita mengetikkan kata dan kalimat sehingga bisa diselesaikan.
Bayi menyebut kata “Mama” misalnya sebagai kata pertama yang diucapakannya mungkin disebabkan karena dalam keseharian, ia tidak hanya meluangkan lebih banyak waktu bersama ibunya namun ibunya sendiri kerap mengajarkan (mengucapkan) kata tersebut ketika sedang menjaga atau bermain di rumah.
Ketika hal tersebut dilakukan terus-menerus, maka tidak heran kalau itu adalah kata pertamanya yang diucapkan secara jelas dan terdengar tanpa kesalahan. Lah kita saja lihat iklan tiap hari yang itu-itu saja, mungkin saat ini belum tertarik untuk membeli produk yang diiklankan, tapi informasi dalam iklan tersebut sudah tersimpan di kepala karena sebegitu seringnya kita melihatnya.
Tanpa disadari, ketika membutuhkan barang untuk dibeli, mungkin produk dalam iklan tersebut adalah yang pertama muncul dalam benak kita sendiri karena sudah meninggalkan bekas dalam pikiran. Seolah kita diasupi hal itu terus sehingga tidak mudah melupakannya.
Secara lebih lanjut, jika masih ada yang bingung mau menulis apa sebagai artikel atau postingan pertamanya di blog, maka cobalah menulis topik yang dekat dengan anda sendiri dan anda memahaminya. Jika rutinitas hariannya adalah memasak, itu bisa jadi adalah tulisan pertama yang sangat berharga.
Jika waktu lebih banyak diluangkan dengan bekerja di kantor, maka tidak ada yang melarang anda untuk menulis apa saja yang anda lakukan saat bekerja. Jika hobinya ngutak-atik kendaraan roda-dua, bisa jadi panduan anda dalam memelihara kendaraan sudah ditunggu-tunggu oleh khalayak.
Sesuatu yang anda kuasai lebih baik biasanya adalah apa fokus kegiatan anda sehari-hari. Tuliskan itu. Jangan mau kalah sama bayi yang sudah berhasil mengucapkan kata pertamanya. Hehe. Tidak usah juga membebani diri dengan pikiran bahwa tulisan anda harus berguna bagi dunia. Jika bisa membantu 1 orang pembaca saja, itu bahkan lebih baik daripada tidak ada sama sekali.
Bagaimana jika belum ada yang membacanya? Sabar donk, kan hari ini belum kiamat. Tak ubahnya barang dagangan, tiap tulisan juga pasti akan ada ‘pembelinya.’ Belum dibaca hari ini, selama tulisannya masih bisa diakses, masih ada hari esok, minggu depan, dan mungkin 1 abad yang akan datang.
Jangan buru-buru, tetap belajar dan evaluasi hasil tulisannnya barangkali ada yang kurang, berlebihan atau ada informasi yang gak penting. Kalau bisa diedit, maka silahkan diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya. Kita ini makhluk pembelajar, karya yang sama bisa saja mengalami perubahan berkali-kali.
Menurut saya, penulis yang baik tidak sekedar jago bermain kata atau menulis panjang-panjang dan super lengkap, tapi dia yang juga mau mengakui bahwa masih ada kekurangan dalam karyanya dan mau mengambil langkah perbaikan. Skripsi saja direvisi, buku yang diterbitkan saja ada editornya, publikasi di portal berita oleh penulis ternama saja harus ada yang menganalisa dulu tulisannya. Aku mah apa atuh.
Oh ya, karena anda membaca tulisan saya ini di Steemit, bukankah menulis tentang bagaimana merubah foto profil juga bisa saja anda lakukan atau beberapa hal lain terkait penggunaan platform ini? Yang penting mau dan setahu saya itu terserah anda. Yang penting hindari melakukan plagiat dan tetap ikuti aturan.
Kita itu sebenarnya tidak pernah kekurangan ide tulisan. Hanya saja kita melakukan sortir pada ide-ide yang sudah ada dan seringkali berujung pada kondisi tidak ada ide sama sekali. Jangan terlalu pemilih. Bisa jadi ide remeh anda justru membantu masyarakat luas.
Semoga tulisan ini bermanfaat dan jangan lupa sarannya di komentar jika masih ada yang kurang atau perlu perbaikan. Terima kasih.