Segala puji bagi Tuhan yang maha esa, acara meet up KSI chapter Banda Aceh belangsung meriah, santai namun sarat pelajaran.
Saya termasuk beruntung, menjadi salah satu yang hadir di acara tersebut. Meskipun di batas waktu injury time. Alasannya, untuk beberapa teman yang sempat membaca postingan saya sekitar pukul 11:00 sudah tau sebab-musababnya; saya baru balik dari kampung menuju Banda Aceh dengan sedikit insiden; armada umum L-300 yang saya tumpangi bocor ban.
Saat itu saya cukup was-was andai saja saya tidak tiba di waktu yang tepat. Beruntung, saya tiba dengan selamat dan dapat mengikuti proses meet up di sana.
Ada beberapa catatan sekaligus pelajaran dari pertemuan tadi yang disampaikan oleh para kurator; ,
, juga
. Berhubung saya tiba terlambat, saya hanya bisa merekam beberapa hal dari apa-apa saja yang disampaikan kak
.
Menurutnya, yang paling penting adalah usahakan semaksimal mungkin untuk terus menulis. Menjaga ritme dan konsistensi merupakan sebuah keniscayaan. Tulislah apa yang kamu ketahui, idealnya; fokus. Jikapun mau "gado-gado" juga tak masalah, dengan catatan diramu baik dengan standar yang baik pula. Tetapi, tidak perlu terjebak dengan standar orang lain.
Kemudian, yang sudah sering kita dengar dan di-warning mengenai: "stop plagiat". Plagiat (mengjiplak/mengcopy) tulisan orang lain fatal akibatnya. Selain merendahkan martabat sendiri, postingan anda tidak akan dilirik oleh orang lain. Lebih-lebih, kurator.
Persoalan plagiat menjadi salah satu hal yang terus diupayakan diperangi bersama. Sebab, ini menyangkut wilayah etika dan moral. Sebagai stemians, hal-hal begini harusnya sama sekali dihindari. Selain tidak menghargai karya orang lain, tentu, mencoreng citra steemit yang sedemikian rupa citranya dibangun dan dirawat bersama.
Jika pun tidak (belum) mampu menulis baik dan benar, setidaknya kita menulis dengan jujur. Di sini, kita diminta dan dilatih untuk jujur terhadap diri sendiri dan jujur terhadap sesama.
Di lain sisi, hal yang perlu dicermati adalah jangan terlalu memikirkan apakah postingan kita akan disinggahi vote para kurator, dengan sibuk menerka-nerka apakah mereka sedang aktif atau tidak. Tulis dan posting saja, kata kak . Sebab, sesuatu yang baik apalagi berkualitas biasanya akan menemukan momentum sendiri dan dengan otomatis terapresiasi.
Beberapa catatan di atas menjadi bagian yang patut direnungi serta dipraktekkan. Sekalipun, kadang sudah tau dan didengarkan berulang-ulang. Hanya saja, entah mengapa masih banyak saja yang tidak percaya diri terhadap dirinya, tulisannya, serta dihantui rasa frustasi seolah-olah tanpa vote para kurator, esok kiamat.
Sebagai penutup, kehadiran steemit tak ubahnya papan tulis yang menyediakan ruang bagi siapa saja untuk menulis dan maju ke depan. Dengan tetap terbuka ruang untuk berdialektika di dalamnya. Baik itu, saling mengingatkan, dikritisi, hingga apresiasi. Apresiasi tidak sesempit dan sesederhana menekan tombol vote. Namun, lebih dari itu. Bermanfaat bagi orang lain, dikenal banyak orang, menjadi panutan, sampai pada tingkatan menjadi seorang stemian yang inspiratif.
Dari meet up tadi tergambar jelas keakraban antar stemians. Beberapa saling tukar kontak WA, berfoto bersama, dan tentu menunggu giliran berfoto bersama para kurator.
Salam hangat nan damai dari Aceh. Sampai berjumpa di meet up berikutnya, di tempat yang berbeda, dengan segenap stemians di berbagai belahan nusantara. Bahkan, mancanegara.
Terima kasih tak terhingga untuk ketua panitia Bg yang sudah mengkoordinir segala persiapan demi suksesi meet up 13 Januari 2018.