Assalammualaikum ya ahlil steemit....
Kembali mencoba menulis di penguhujung waktu sebelum waktu berpuasa tiba. Kali ini saya menjadi resah dengan gaya bahasa seseorang yang seakan-akan ingin menunjukkan level intelektualnya dengan penggunaan kata yang tidak lazim.
Berbicara atau menulis hanya sebagai sarana untuk berkomunikasi, tujuan hakiki dari komunikasi sangat sederhana yaitu saling memahami, maksud dan tujuan sesiapa yang berkomunikasi. Jika lawan bicara pahamaksud kita itu sudah cukup sebenarnya, berbeda memang saat ditentukan penggunaan bahasa harus sesuai KBBI atau standar EYD.
Aneh memang jika ada seseorang yang ingin dianggap memiliki intelektual tinggi maka sekonyongnya seseorang tersebut menggunkan tatanan bahasa yang tidak lazim, bahasa yang "tinggi" dan bahasa berat " serta penggunaan istilah-istilah yang tidak umum digunakan.
Memangnya tingkat atau level intelektualitas seseorang itu di ukur dari seberapa "beratnya" bahasa yang digunakan??? Tentu tidak, jika demikian niscaya Viky Prasetyo juaranya.
Ada memang sebuah paradigma jika seseorang itu menggunkan bahasa pasaran dalam berkomunikasi maka anggapan bagi dia adalah tingkat pendidikan yang rendah. Namun ada juga orang-orang dengan intelektual tinggi menggunakan bahasa "berat" hanya untuk mengelabui oranng yang mendengarnya, politikus banyak, dan para "penjudi agama" sangat sering, para marketing apalagi.
Memang kata adalah senjata tapi gak begitu juga penempatannya. Seorang Profesor berkomunikasi dengan orang gampong pelosok masok dalam terus aja itu menggunkan kata-kta istilah semacam blockchain, cryptocurency, hampa adalah kosong kosong adalah hampa, global warming, epos cinta, tendensius, fundamental, kontoversi hati, kudeta hati memperparah labil ekonomi, dan macamlah istilah tidak biasa, jika orang gampong mendengar atau membaca istilah tak lazim itu?? Sungguh menyedihkan penderitaan orang gampong tersebut. Terus pertanyaannya, si Profesor tadi itu goblok (bengak) atau pinter? Semakin dilema lagi lah kita menjawabnya, kita bilang goblok tapi dia bergelar profesor, kita bilang pinter, tapi koq goblok, pakek bahasa yanng tidak dimengerti oleh orang gampong, miris.
Gunakanlah bahasa kosa kata yang gampang dipahami, semakin intelek anda berarti semakin mudahnya kata-kata anda dipahami seharusnya. Jika anda semata-mata ingin memikat wanita itu lain cerita, Viky Prasetyo telah membuktikannya, mungkin anda selanjutnya.........
Buruj ck