Assalammualaikum ya ahlil steemit....
Berdasarkan keresahan sore ini, penuh dengan kekesalan dan rasa muak, kita awali tulisan pada postingan ini.
Ada sebuah berita memuakkan yang sampai ditelinga disertai lengkap dengan sebuah rekaman video, terjadi di kampung dimana saya bertempat tinggal.
Berita yang sampai tidak serta merta sesuai dengan apa yang telah tersebar di media. Perbuatan tercela dan biadab dilakukan oleh sekelompok yang katanya "sok benar dan suci" alih-alih merasa membela kebenaran namun ternyata kebiadaban.
Apa yang terjadi malas saya utarakan namun bukti jauh lebih membuktikan sebuah kebenaran yang hak. Pikiran yang kerdil serta tabiat yang "kampungan" mengotori nama besar Aceh sebagai penyandang hukum syariat islam.
Perkara fitnah memang sudah diterangkan jauh-jauh hari bahwasanya lebih kejam dari sebuah pembunuhan, apa lacur fitnah menjadi barang dagangan yang laku di pasaran.
Perkara kelamin adalah perkara sakral, dan itu adalah perkara agama bukan perkara adat, apalgi perkara politik. Syariat mengatur dengan jelas, hukum negara mengikuti syariat dan tidak bisa bertolak belakang. Jika perkara ini adalah perkara agama sudah pasti tidak ada yang boleh sembarangan menyangkal apalagi mencoba menfitnah apapun alasannya.
Bagi siapa saja yang biadab memfitnah seorang muslim berzina maka laknat Allah akan sampai kepadanya dengan gemuruh. Membuktikan seseorang berzina juga bukan perkara main-main, harus mampu menghadirkan 4 orang laki-laki beriman sebagai saksi, dan bersumpah atas nama Allah dalam kesaksiannya, bukan sekedar datang dan membuat kebiadaban atas nama kebenaran menurut otak biadab mereka.
Jika tanah ini adalah tanah yang menjunjung tinggi syariat islam maka si pemfitnah harus di cambuk 80 kali serta kesaksiannya tidak bisa lagi diterima seumur hidupnya.
Sungguh jelas dan terang menderang, buka kitab sucimu Al Quran surat an-Nur ayat 23-25, atau jangan-jangan Al Quran tidak pernah ada dirumahmu. Apa yang engkau perbuatan akan menerima konsekuensi, baca kembali surat An-Nur ayat 4-5 apa masih kau mendustai dan coba-coba membela diri. Jika tak ada Al Quran dirumahmu, segera kabari aku, aku akan dengan cuma-cuma memberikannya padamu wahai golongan biadab.
Buruj ck