Hai sahabat "Steemit tercinta", begitu sapaaanku selalu di setiap postingan...walau yang berubah hanya pada kata "aku" yang terkadang "saya"...hehe.
Aku duduk dan mulai melentikkan jemari di keyboard laptop, membuat cerita kecil setelah menatap jam berukuran raksasa di dinding kamar.
Tiba rasa ingin memutar jarum jam ke arah kiri dan berharap waktupun berkenan mundur secara perlahan untuk bertemu kembali dengan masa-masa yang sudah terlewati.
Ini bukan kemampuanku. Aku hanya rindu di saat itu, rindu masa kecil bersama Ayah. Ayah yang saat itu masih muda yang selalu menyanggupi semua keinginanku.
Aku benar-benar masih ingat jelas, setiap Ayah kembali dari luar kota dan setiap itu pula boneka Barbie baru berada di tempat tidurku. Umurku masih mencapai angka 5 tapi koleksi Barbie mencapai puluhan. Beranjak dewasa hadiah Barbie berubah menjadi hadiah....hmm hmmmm....nanti aku ceritakan di paragraf berikutnya ya...hehe.
Banyak yang masih melekat dalam ingatan ini, seperti setiap pulang sekolah selalu disempatkan disela kesibukan Ayah untuk menjemputku, weekend, liburan bersama hingga usia lanjutnya juga masih saja bersemangat berkunjung dan weekend di rumah kami.
Bukan jarak yang dekat, tapi kerap kali mengunjungi rumah kami walau hanya untuk sebentar bermain dan memastikan gadis kecil di foto ini baik-baik saja.
Tak hanya mengunjungi, dari kejauhanpun sudah terlihat di tangannya tetap saja selalu ada makanan yang dijinjing dengan berjalan kaki pelan, karena kendaraan harus parkir jauh di lorong komplek, bahkan tak jarang kami temukan makanan terbungkus plastik tergantung di gagang pintu, itu artinya Ayah datang di saat kami tidak berada di rumah. Jika rasa rindu mengalahkan rasa lama menunggu kami sampai di rumah, Ayah duduk di teras hingga langit gelap ditemani banyak nyamuk. Hik...hik... Melihat itu, aku bergegas turun dari mobil kami dan berlari menghampirinya untuk segera membuka pintu rumah. Ayah lupa kalau aku tidak di rumah, karena ini adalah jadwal menjemput Sadiya di sekolah.
Semangat mengendarai kendaraan sendiri tanpa butuh bantuan siapapun adalah karakter Ayah, walau kami tau matanya mulai katarak dan pasti berkendaraan di malam hari sangat sulit. Memang benar, hitungan usianya mendekati angka 70, tapi kekuatan ingatannya tak pernah pudar untuk selalu membawa bingkisan ulang tahun, yang isinya selalu tidak pernah berubah setiap tahun dari aku beranjak dewasa, tapi merubah koleksi Barbie menjadi jam, tepatnya jam tangan.
Ya Allah.. berikanlah jam waktu Mu untukku bahagiakannya, berbakti kepada kepadanya...Ayah...
Ya Allah... panjangkanlah umurnya..angkatlah semua penyakit dari badannya dan sehatkanlah serta bukakanlah semua pintu rizki Mu dari arah yang tidak disangka-sangka...