No Kolor Day
Band dengan formasi yang bertemu sehari sebelum manggung di peluncuran buku "judul di belakang", adalah penyuntik semangat acara sore itu. Mereka berempat plus Amroe Pane, menghidupkan suasana petang dengan lagu-lagu berbahasa Aceh, namun dengan pendekatan musik yang khas pop indie indonesia yang sedang digilai anak muda.
Kedatangan
Diapit dua putra Aceh yang sedang naik daun di bidangnya, Putra Hidayatullah, alumnus SOAS London, dan Teungku Miswar Njong, intelektual muslim yang vokal di facebook dengan statusnya yang bikin debat panjang.
sehari sebelumnya mengisi acara meet up steemian 2018 di Tibang. Kami membajak beliau ke #bivakemperom untuk memberi dua patah kata tentang buku "judul di belakang" keroyokan kawan-kawan
.
Semangattentu menjalar pada kami steemian
untuk lebih giat menghasilkan karya bermutu ke depan.
3.Kehadiran kurator steemit Indonesia, dan
dan
hadir ke #bivakemperom hari itu beserta
,
,
dan
. Kehadiran mereka di peluncuran buku hari itu sudah pasti satu apresiasi atas kerja-kerja budaya yang melelahkan. Apalagi, kawan-kawan steemian pemula bisa jumpa dan berinteraksi lansung dengan mereka sambil tanya-tanya, bagi kami
, merupakan suatu bahagia tiada tara.
Semoga ada kesempatan lain kita bertemu dan berjabat tangan.
dalam sketsa, @levycore. @fooart. @zeds. @fauziulpa
Yang perlu diketahui dari sketsa ini, saya mengerjakannya tidak lansung di TKP. Tapi membuat ulang dari foto yang dikirimkan kawan-kawan. Karena sibuk hari itu, sketsa urung saya buat. Tapi, melalui foto kemudian sketsa, rasa bahagia juga tak luntur.