()
JIKA Anda pernah ke Lhokseumawe, lalu nongkrong sekadar ngopi di sejumlah warung kopi di kawasan KP3, pasti pernah mengenal sosok yang satu ini. Memiliki ciri khas dengan suara menggelegar plus pluit sepak bola. Konon, ini pluit yang mahal, diberikan oleh seorang pelatih sepak bola.
Pria itulah-Apa Ni-yang selalu setia menjaga kendaraan Anda. Tampangnya sangar. Dia juga satuan tugas Pemuda Pancasila kota itu. Pecinta sepak bola. Klub favoritnya Real Madrid. Selain klub itu semua lawan.
Uniknya, Apa Ni memiliki beberapa orang anak buah yang taat dan patuh padanya. Dia menjaga “kesejahteraan” anak buahnya.
“Kiri siket, teros, siket lagi,” teriak Apa Ni yang selalu menjadi kalimat penghibur bagi pecinta kopi di kawasan itu.
Dia masih lajang. Soal lajang ini awalnya kami tak percaya. Ternyata dia memang benar-benar lajang.
Pria asal Meureudu, Pidie Jaya, mudah juga dimintai tolong. Dia kerap membelikan nasi kami. Jika ada anak buahnya, maka pembelian nasi itu diteruskan ke pasukannya.
Satu yang fenomenal, dia menyablon baju dengan tulisan “Jadilah seperti tukang parkir, walau mobilnya banyak tapi tidak sombong”.
Ketika Real Madrid juara, dia mencukup rambutnya dengan logo klub papan atas itu. Bahkan, dia pernah tidur terlentang di aspal merayakan kemenangan Madrit. Masihkah Anda mengklaim pecinta Madrid? Lawan dulu Apa Ni.