Selamat menikmati hari bahagia Steemian..
Sore tadi, ehhh sore lagi, ntah kenapa aku selalu mengawal cerita dengan kata sore, tapi memang yang akan kuceritakan tentang cerita sore, sudahlah, jangan terlalu lama bahas sore, karena sore itu nggak lama, mungkin hanya sekitar 2 jam saja, setelah itu habis lah sore, hayoo, kapok kan?
Kita mulai ya, OK, saya coba tanpa kata sore di awal kalimat.
Setelah asar tadi, tepat nya di O-Tamiang Coffee (warung kopi di pinggiran kota Kualasimpang). Saya, dan
menghabiskan waktu disana sembari menunggu senja tiba. Biasanya setiap nongkrong di warung kopi kami selalu memesan kopi atau sanger panas, berbeda dengan hari ini, kami sengaja memesan yang sedikit berbeda walaupun bahan dasar nya tetap kopi, yaa kami memesan Coffee Bland, ngopi kali ini harus beda, karena aura warung nya juga beda, kata
sambil melirik ke kanan mengarah pada gadis2 muda yang ehhhhmmmm...
Coffee Bland sudah berada diatas meja, obrolan demi obrolan mengalir bak Air Bah yang tak terbendung, maklum saja, sengaja jauh2 datang dari langsa meninggalakan kerjaannya untuk meet up bersama saya dan
, tentunya obrolan kami tidak jauh-jauh dari Steemit, mungkin demam steemit kali ya.. Ntah lah, bisa jadi iya kami demam Steemit.
Dalam mengalirnya obrolan itu, kami sempat membicarakan soal 1st KSI National Meet Up di Bandung, walau kami tak ikut andil didalam nya, namun kami terus mengikuti perkembangan yang ada, banyak postingan-postingan steemian bercerita soal itu, dan sembari tertawa ketika membaca beberapa postingan mbak yang banyak menceritakan kisah lucu orang Aceh di Bandung, mungkin ini salah satu postingan yang mengocok perut Steemian, silahkan berkunjung kesana untuk membuktikan: https://steemit.com/meetup/@mariska.lubis/yang-ringan-saja-seputar-1st-ksi-national-meet-up-awas-ngakak
Obrolan pun mengalir lebih dekat, dari Bandung menuju Aceh Timur, Yaa, Aceh Timur juga baru saja mengadakan acara Meet Up KSI East Aceh untuk pertamakali nya dengan mengusung tema "Bereh", tepatnya tanggal 24 februari 2018, artinya 2 hari yang lalu, masih panas dan segar, dan saya sangat yakin sekali teman-taman di Aceh Timur sampai malam ini masih ber-euphoria dengan cerita acara 2 hari yang lalu, selamat untuk teman-teman disana, semoga semakin "Bereh"..
Cerita tentang bagaimana berlangsungnya acara Meet Up KSI East Aceh pun dapat kami peroleh informasi dari banyak potingan-postingan teman-teman disana, salah satunya dalam postingan yang telah merangkum beberapa inti dari para pembicara termasuk qurator Indonesia,
ada didalamnya.
Berikut postingan yang saya maksud:
https://steemit.com/community/@suhaimiaceh/results-of-the-first-meetup-of-ksi-chapter-east-aceh-24-02-2018
Ada banyak informasi menarik dari postingan Steemian Aceh Timur lainnya yang saya baca, tapi semakin membaca posingan mereka semakin iri saja rasanya. sirik kalii yaa, pake iri segala, what ever lah pokonya. Hehe..
Kembali ke meja O-Tamiang Coffee, yang awal nya obrolan mengalir bak Air Bah tiba-tiba menyusut hanya meninggalkan tetesan saja ketika berkata :
Yok, dalam waktu dekat kita buat juga Meet Up KSI Chapter Aceh Tamiang,
Sontak saya dan pun saling berpandangan sekejap, kemudian hahahhahhahha....kami pun tertawa untuk menertawakan diri sendiri.
tapi serius ini meyakinkan kami.
iyaaa kami tau kau serius, tapi apa mungkin? Jangankan buat komunitas, Steemit saja belum habis kita pahami, kita masih berada pada bulu Steemit, belum pun menyentuh kulitnya, begitulah jun.imaginer menceramahi tadi.
Bagaimana kita mengundang qurator? Apakah bang
dan
mengenal kita? Bagaimana cara peroleh nomor telpon nya? Bagaimana kalau mereka tak mengangkat telpon kita, bagaimana cara kita bilang nya, apa mereka mau datang sementara ditamiang belum ada komunitas dengan anggota yang banyak?
Pertanyaan demi pertanyaan keluar begitu saja dalam obrolan tadi.
Kemudian kami mencoba mebuka diskusi yang serius setentang itu, mendiskusikan hal-hal sederhana tentang "kita" para Steemian Aceh Tamiang.
Mulai dari jumlah pengguna Steemit sampai siapa-siapa saja yang sudah terdata, yang aktif atau pasif, dsb.
Ada banyak hal yang kami bahas dalam diskusi serius super singkat itu, dan yang pasti kami masih tetap sambil tertawa.
Dari obrolan canda dan serius sore tadi, saya menyimpulkan kalau kami masih "Malu ketika bertemu dengan qurator Indonesia, dan
untuk membahas Steemit Aceh Tamiang
Kami merasa masih begitu kecil dibandingkan mereka yang sudah melang-lang buana di dunia Steemit
Yaa, malu kami bukan tak beralasan, kami malu belum mampu menyambut kedatangan mereka, kami belum banyak mengerti apa yang harus dilakukan untuk membuat sebuah pertemuan yang menghasilkan output luar biasa bagi pengguna Steemit di Bumi Muda Sedia ini.
Tapi! Tunggu.... bang
dan
akan mendapat kiriman undangan juga nantinya dari Bumi Muda Sedia ini.