Steeman friends wherever you are, this time I will share about the importance of Human-based development or commonly referred to as human resources. Hopefully useful for all of us who read it.
Indonesia is known for its many populous countries, Natural Resources and Human Resources are very much for us to get, but it will all be useless if nobody wants to fix one by one by creating superior programs to teach community.
During this time many programs are born from the government to teach the community in managing themselves towards a more useful and useful. One of the excellent programs is the Village Fund Program, which was launched by the Central Government to every village in Indonesia to billions of rupiah.
In managing the village funds need a reliable facilitator or who has a skill about teaching people who are still human resources to develop what is in them. Sometimes now all we can think of is teaching children to build character in a better and more useful direction for the nation and country.
And there's still a lot of homework we have to do to teach our society to a better direction. Now we see in Indonesia there are still many people who do not have adequate human resources in self-control. So it takes a touch of expert facilitators to teach them.
The teaching work of the grown-up is harder than we teach the children in school, because the grown-ups have become the blood of the flesh in the deceit that has been experienced for decades. When those people we touch to teach, they are at least able to control themselves, and will know what they should do to improve their economy.
What we need to consider from a facilitator in managing the program is the basic human needs that include education, health and basic services. The three needs are already obtained by the community then they will realize that development will be a means to alleviate their poverty.
The issue of human resources as an input of economic development will explain the relationship between education and economic development to achieve prosperity. Because education is a means of human resource investment that will provide benefits, such as obtaining employment, excellent working conditions, production efficiency and increased welfare and additional income if able to complete higher levels of education.
With the Asean Economic Community will be a special challenge for Indonesia to improve itself in human development that prioritizes human as the central development center, then humans will be as long-term and short-term investment for the advancement of a country. The main capital is the focus on social and economic development to be more stable.
So that I can explain may be useful for us all. Give upvote if you are a person who cares about education.
Teman-teman steemian dimana pun anda berada, kali ini saya akan berbagi tentang pentingnya Pembangunan yang bertumpu pada manusia atau biasa disebut dengan sumber daya manusia. Semoga berguna untuk kita semua yang membacanya.
Indonesia dikenal dengan negara yang berpenduduk yang banyak sekali, Sumber Daya Alam dan Sumber Daya manusia sangat banyak sekali untuk kita dapatkan, tapi itu semua akan menjadi sia-sia kalau tidak ada orang yang mau membenah satu persatu dnegan menciptakan program-program yang unggul untuk mengajarkan masyarakat.
Selama ini banyak sekali program yang lahir dari pemerintah untuk mengajarkan masyarakat dalam mengelola diri sendiri kearah yang lebih berguna dan bermanfaat. Salah satunya program yang unggul adalah Program Dana Desa yang dikuncurkan oleh Pemerintah Pusat kesetiap Desa yang ada di Indonesia sampai milyaran rupiah.
Dalam mengelola Dana Desa butuh fasilitator yang handal atau yang memiliki skil tentang mengajarkan masyarakat yang SDM masih rentah untuk mengembangkan apa yang ada pada diri mereka. Kadang-kadang sekarang yang terpikir pada kita semua adalah mengajarkan anak-anak dalam membangun karakter ke arah yang lebih baik dan berguna untuk bangsa dan negara.
Padahal masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita lakukan untuk mengajarkan masyarakat kita ke arah yang lebih baik. Sekarang kita lihat di Indonesia masih banyak sekali orang yang belum memiliki SDM yang memadai dalam mengontrol diri sendiri. Sehingga butuh sentuhan para ahli fasilitator untuk mengajarkan mereka.
Pekerjaan mengajar orang yang sudah dewasa lebih sulit setimbang kita mengajarkan anak-anak disekolah, karena orang yang sudah dewasa sudah jadi darah daging dalam hal kebodohan yang sudah dialami berpuluh-puluh tahun. Ketika orang-orang tersebut kita sentuh untuk kita ajarkan, maka mereka setidaknya sudah bisa mengendalikan diri, dan akan tau apa yang seharusnya mereka lakukan untuk meningkatkan ekonomi mereka.
Yang perlu kita perhatikan dari seorang fasilitator dalam mengelola program adalah kebutuhan dasar manusia yang meliputi pendidikan, kesehatan dan pelayanan dasar. Ketiga kebutuhan tersebut sudah didapatkan oleh masyarakat maka mereka akan menyadari bahwa pembangunan akan menjadi sarana untuk mengentaskan kemiskinan yang mereka alami.
Isu tentang sumber daya manusia sebagai input pembangunan ekonomi akan menjelaskan tentang hubungan antara pendidikan dengan pembangunan ekonomi untuk mencapai kesejahteraan. Karena pendidikan adalah sebagai wadah investasi sumber daya manusia yang akan memberi manfaat, seperti memperolehnya lapangan kerja, kondisi kerja yang sangat baik, efesiensi produksi serta peningkatan kesejahteraan dan tambahan pendapatan apabila mampu menyelesaikan tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
Dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean akan menjadi tantangan tersendiri khusus Indonesia untuk berbenah diri dalam pembangunan manusia yang mengutamakan manusia sebagai pusat sentral pembangunan, selanjutnya manusia akan jadi sebagai investasi jangka panjang dan pendek untuk majunya sebuah negara. Modal utama adalah fokus pada pembangunan sosial dan ekonomi agar lebih stabil.