Ramai ramai orang kita meng-upload video demonstrasi mengenal telur palsu. Lalu dengan indikator tertentu, men-judge itu telur palsu. Baik sekali sebenarnya demi membuat kita waspada terhadap produk makanan palsu, yang tentu saja berbahaya. Di lain sisi, juga amat meresahkan. Bagaimana tidak, dipercaya takut takut itu hoax. Mengklaim hoax, takutnya benar. Sudah browsing di internet hasilnya juga tidak membikin puas, bahkan jadi bingung dan tambah resah. Sementara hingga saat ini saya belum dengar kabar pembuktian yang tak terbantahkan terkait telur palsu yang katanya banyak beredar di Aceh, ya, semacam uji laboratorium.
Kalau abang saya bilang, "tungguin aja ayamnya bertelur untuk memastikan keasliannya 😁".
Saran lainnya dari seorang teman, "beli telur yang masih lengket kotoran ayamnya biar sah aslinya". 😂
Sementara suami saya belum memberi tanggapan.
Memilih untuk tidak makan telur rasanya tidak mungkin. Kalau-kalau tukang ikan keliling tidak datang, yang jadi lauk alternatif nya apalagi kalau bukan telur. 😅