Sore tadi, saya jadualnya adalah mengajar anak-anak pengamen jalanan cilik lampu merah di Saung Saatra: ngasih materi pemahaman lingkungan di Sekolah Pinggir Kali. Ya semacam edukasi kreatif yanh berguna bagi para pengamen cilik itu.
Selain Calistung (Baca, Tulis dan Hitung), mereka juga diajak responsi alam untuk memahami lingkungan kehidupan sekitar. Mereka mulai dengan membereskan buku-buku, terus bersih-bersih di punggir kali dan kemudian mereka pun memetik mangga yang ada di bantaran kalimalang.
Tanaman mangga ini dulu ditanam sekitar 9th yang lalu oleh senior mereka yang 'pengamen cilik' juga. Eventnya waktu itu adalah pentas dan penanaman pohon dipinggir kalimalang. Acaranya cukup meriah dan diikuti oleh beragam elemen masyarakat: mahasiswa, seniman, budayawan dan pedagang pinggir kali.
Tadi, selepas beres-beres buku, kemudian mereka mandi di kali serta kemudian menikmati hidup dengan memakan mangga petik sendiri. Artinya, tadi sore, anak-anak sekolah pinggir kali, atau pengamen cilik lampu merah itu sudah bisa menikmati buah darj hasil tanaman-(abang/mpok)-nya terdahulu dengan memetiknya langsung dari pohon.
Barangkali itu saja dulu postingan sederhana ini senoga ada manfaatnya bagi kita semua.
(imaged by engku syntal & irman syah)
Bekasi, 3 September 2018