Hi guys, how are you today? I hope you fine-fine aje ye. Okeh, hari ini saya akan menulis catatan tentang nasi bungkus lelaki yang menjalin hubungan jarak jauh dengan istrinya. Istilah Inggris- ye Long Distance Relationship (LDR).
Okeh guys, ini this morning, saya membeli nasi bungkus di salah satu warung kopi di kawasan Simpang Mesra-Alue Naga, Banda Aceh. Setelah wara-wiri celingukan kesana kemari, saya akhirnya memutuskan singgah di sebuah warkop yang cukup ramai.
Saya memesan nasi putih campur sambal, campur bihun goreng, tambah tauco buncis, sedikit bumbu rendang dan ikan tongkol goreng. Setelah membayar, saya pun berangkat ke kantor.
Saya adalah tipikal yang malas untuk jalan jauh ke tempat-tempat yang sudah terkenal dengan kelezatan kulinernya. Saya memilih bereksperimen di berbagai warung, gerobak, pedagang keliling. Sehingga dengan perilaku demikian,saya tidak memiliki langganan khusus.
Nah, dengan lelaku demikian,Anda sudah bisa memprediksi apa yang terjadi selanjutnya? Hahaha, ya,Anda benar. Dengan kondisi perut yang sensitif semenjak menderita sedikit gangguan lambung, ketika usai makan saya justru masuk angin, dll.
Bukan itu hal yang paling utama. Karena yang jadi soal sekaligus berkah adalah, setiap kali menemukan nadi yang tidak enak di lidah saya,. Rasa rindu masakan istri pun timbul.
Coba Anda bayangkan, sudah LDR, rindu masakan istri, rindu istri,lengkaplah sudah.
Maka tidak heran bila setiap akhir pekannya selalu sanggup pulang kampung. Ya itu tadi,saya pulang karena rindu. Hehehe.
Okeh Steemian, udah dulu ya. Saya mau bertemu bg dulu ya. Saya mau konsultasi tentang Steemit. Dah! Mmuaachhh.