Mataku nanar menatap rembulan
Membias redup diatas telaga
Sunyi senyap tanpa suara
Hembus bayu lembut mencumbu
Kecupi wajahku tanpa rasa
Dingin sejuk gigilkan raga
Langkah kaki tapaki ujung telaga
Memungut sisa-sisa cinta
Menetes butir air mata
Menyesal nan di cari sudah tak ada
Kian kecewa menyesak didada
Menatap bayangn di air telaga
Butiran bening menyentuh genangan telaga
Membuat diri tersadar
Langkahnya kini sia-sia
Sang di puja entah kemana
Yang tertinggal hanya penyesalan belaka