Incessantly saying Praise to Allah SWT, who always gives a healthy body and healthy mind, so that you can still write today.
Praise and Greetings are always to the Prophet Muhammad, who has guided us from the realm of darkness to the realm of light.
On this occasion I want to tell you about the busyness that has made blood pressure increase.
In doing household chores, it is most difficult to clean up children's needs.
I have three sons, the first is sixth grade in elementary school, and the second is a kindergarten school, and the third is not in school.
I can prepare breakfast for them easily, if I don't cook at home, I will buy it at the shop.
Bathing the children which makes me very troublesome, because I don't want to take a bath in time, so I won't be late for school.
Various ways are done to take a bath, but he is still playing cool. Time keeps running.
Coupled with feeding breakfast for children who need high level of patience.
It is unimaginable for me to be very noble in the work of a wife, with patience doing the work, both taking care of the child and cleaning up the house.
I have never seen him angry, and it is all done patiently.
Tidak Henti-hentinya mengucapkan Puji Syukur Kepada Allah SWT, yang selalu memberikan sehat badan dan sehat pikiran, sehingga masih bisa bisa menulis pada hari ini.
Selawat dan Salam selalu kepada baginda Nabi Muhammad SAW, yang telah membimbing kita dari alam kegelapan ke alam terang berderang.
Pada kesempatan ini saya ingin menceritakan kesibukan yang selama ini membuat tekanan darah meningkat.
Dalam melakukan pekerjaan rumah tangga, paling susah adalah membereskan kebutuhan anak.
Saya mempunyai tiga orang putra, yang pertama sudah kelas enam sekolah dasar, dan yang nomor dua baru sekolah taman kanak-kanak, dan yang ketiga belum sekolah.
Menyiapkan sarapan pagi untuk mereka bisa saya kerjakan dengan mudah, kalau tidak masak di rumah, akan saya beli di warung.
Memandikan anak-anak yang membuat saya sangat merepotkan, dikarenakan tidak mau mandi tepat pada waktunya, agar tidak terlambat pergi ke sekolah.
Berbagai macam cara dilakukan agar mau mandi, akan tetapi dia masih asik bermain. Waktu terus berjalan.
Ditambah lagi dengan menyuapi sarapan untuk anak yang perlu kesabaran tingkat tinggi.
Tidak terbayangkan oleh saya sangat mulia pekerjaan seorang istri, dengan penuh kesabaran melakukan pekerjaan tersebut, baik mengurus anak dan membereskan rumah.
Belum pernah saya lihat dia marah-marah, dan itu semua dilakukan penuh kesabaran.