Setiap hari kita disibukkan dengan berbagai aktifitas, ada yang pergi ke sawah menanam padi, pergi ke laut mencari ikan, ada yang kerja kantoran, tukang jahit, tukang becak, pedagang dan berbagai profesi lainnya. Semua orang melakukan sesuatu sesuai dengan kecendrungannya masing-masing. Sesekali jika kita mau bertanya untuk apa kita melakukan semuanya itu? Rata-rata kita akan menjawab, agar dapur rumahku tetap berasap atau dengan kata lain, kita melakukan semua itu untuk menghidupi keluarga. Aku senang_keluarga bahagia karena terpenuhi kebutuhannya.
Image: Source
Pada prinsipnya, manusia melakukan semua hal dengan tujuan akhir adalah untuk memuaskan diri sendiri.
Ketika seorang pemuda mengucapkan cinta kepada sang gadis dan kemudian berkata; "Terimalah cintaku... aku berjanji akan membahagiakanmu". Motiv sang pemuda sesungguhnya ingin membahagiakan dirinya sendiri. Betapa tidak, ia akan sangat bahagia ketika sang gadis menerima cintanya. Pelawak akan sangat puas ketika berhasil membuat orang lain tertawa. Pedangang akan sangat puas ketika dagangannya laris manis. Orang tua akan sangat puas melihat anaknya berhasil. Kesemua upaya yang dilakukan oleh manusia adalah untuk menggapai kepuasan dirinya sendiri. Tapi, bukankah semua yang dilakukan itu akan memberi dampak kepada orang lain? Benar, semua yang dilakukan itu akan menimbulkan dampak baik positif maupun negatif. Ibarat pembunuh yang melakukan pembunuhan, sebenarnya motiv juga sama, ingin memuaskan hasrat pribadi, hanya saja hal itu akan berdampak negatif terhahap orang lain. Lagi-lagi yang mau kita garis bawahi disini adalah, bahwa kecendrungan seseorang melakukan sesuatu dikarenakan ingin memuaskan diri sendiri, terlepas itu akan ber-efek positif maupun negatif.
Image: Source
Mendapatkan Kepuasan Ganda.
Dengan bekerja sesorang akan mendapatkan gaji, dengan begitu seseorang bisa terpuaskan. PNS misalnya, tanpa dia niatkan untuk mendapatkan gaji, tiap bulannya pasti akan tetap masuk saldo ke rekeningnya asal ia mau berkerja. Seseorang yang mau naik kelas, ia tidak lagi meniatkan itu karena gaji, ia akan mengubah niatnya "Aku berangkat kerja pagi ini ingin memenuhi tanggungjawab ku sebagai kepala rumah tangga, kewajiban moral yang diamanahkan kepadaku, guna mengharap ridha Allah, dengan begitu aku harus memberikan pelayanan sebaik mungkin dan orang-orang yang menerima pelayananku bisa terpuaskan". Bisa kita bayangkan bagaimana efek yang ditambulkan dari perubahan niat orang itu terhadap etos kerjanya. Ia akan mendapatkan apresiasi dari atasanya, masyarakat yang di layaninya dan insya Allah mendapat keridhaan dari Allah SWT. Ia tidak hanya terpuaskan karena menerima gaji, namun juga mendapatkan kepuasan lain yang berlipat ganda tanpa ia duga-duga.Kurator misalnya, mereka rela menguras waktunya untuk memeriksa setiap postingan untuk dikurasi, ia akan sangat puas ketika mampu membuat orang lain bahagia. Padahal tanpa ia niatkan untuk membuat orang lain bahagiapun, seseorang yang sudah dikurasi pasti akan mendapatkan bahagia itu. Seandainya sang Kurator meniatkan kurasi itu sebagai sedekah, bisa dibayangkan berapa banyak nilai sedekah yang ia berikan tiap harinya, berapa banyak orang yang terbangkit semangatnya untuk lebih giat menulis, gara-gara postingan sebelumnya mendapat kurasi. Karena dikurasi semangat akan bangkit, dengan bangkit semangat, seseorang akan terus menulis dan memproduksi postingan yang lebih bermutu. Konten yang di posting akan dibaca dan memberi manfaat kepada si pembaca dan mudah-mudah mengubah prilaku. Pahala akan mengalir kepada si penulis, si penyemangat, dan ke semua elemen-elemen yang berkontribusi memunculkan manfaat itu. Islam adalah agama rahmatan lil'alamin, pahala akan terhitung kepada siapapun yang menjadi pemicu, perencana maupun pembuat kebaikan. Dan tidak berlebihan jika kita mengatakan bahwa Steemian Indonesia yang paling banyak sedekahnya adalah sang Kurator. Maka harus patut kita akui, dalam hal itu mereka lebih baik dari kita.
Image: Source
Berpikir materialistik hanya akan memberikan kepuasan sementara yang sifatnya sangat terbatas. Setiap kita, baik petani, nelayan, pedagang, tukang, pekerja kantoran, penulis dan sebagainya memiliki kesempatan yang sama mendapatkan kepuasan ganda lewat merubah motiv atau niat kita ketika mengerjakan sesuatu. Dengan berubah niat, maka bersamaan dengan itu akan meningkatkan kualitas diri dan tercermin dalam sikap_prilaku kita sehari-hari. Dan Mudah-mudah kita termasuk hamba-hamba yang di ridhai-Nya. Amin
Wallahu'alam bissawab...
Posted from my blog with SteemPress : https://munawarpasilhok87.000webhostapp.com/2018/07/meraih-kepuasan-ganda