Suatu ketika secara kebetulan saya bertemu dengan seorang teman yang jika disinggung soal Pemerintah ia akan langsung berbicara dengan nada emosi karena merasa tidak puas terhadap kinerja pemerintah. Menurutnya, Pemerintah sama sekali tidak berpihak kepada masyarakat perdalaman, tak ayal ternyata ketidakpuasan itu dipicu oleh kondisi jalan didepan rumahnya yang tak kunjung diperbaiki.
Namun herannya, pertemuan kali ini ia sedikit terlihat berbeda usai membaca sebuah berita di media cetak terbitan lokal. Ia mengungkapkan kelegaannya karena sudah mendapat kepastian informasi bahwa jalan yang melintasi rumahnya akan segera dibangun, di media itu di sebutkan bahwa dalam dua hari kedepan akan segera dilakukan pengaspalan jalan dengan ketebalan 25 cm, luas 4 m dan panjang 6 km.
Beberapa hari kemudian, kami berjumpa kembali ditempat yang sama, wajah yang kemaren itu terlihat gembira, kini nampak memerah seraya berujar, bahwa baru saja ia memarahi seorang kontraktor pemenang tender jalan aspal yang akan dibangun didepan rumahnya. Ia kesal karena ketebalan jalan dibangun tidak sesuai dengan informasi yang telah dibaca dua hari yang lalu. Saat ia memarahi kontraktor, berulang-ulang si kontraktor itu memelas meminta maaf kepadanya karena merasa takut perihal itu dilaporkan ke pihak berwenang.
Tanpa menanggapi pokok permasalahan yang diungkapkan, saya menepuk bahunya seraya berkata; engkau hari ini menjadi “Raja” berkat informasi yang kau baca.
Mark Twain, seorang novelis kenamaan asal Amerika Serikat mengatakan; "Dengan membaca sesuatu yang bermutu dan berkualitas, maka seseorang akan lebih ungul dibandingkan dengan orang yang tidak membaca."
Maka jelaslah, dengan membaca seseorang akan bertambah ilmu pengetahuannya, semakin terbuka wawasannya juga semakin luas pula pandangannya. Dan pada akhirnya, dengan membaca, seseorang dapat berkeliling dunia walau hanya dengan menetap disebalik tembok kamarnya.