Belajar dari Kearifan orang jaman, Ketika dua bersaudara sedang marahan, anak-anak mereka masih tetap saling kunjung-mengunjung atau bersilaturrahmi seperti biasa. Kemarahan itu cukup diantara mereka tanpa ditelurkan ke anak masing-masing. Ketika ada orang lain yang mengkatai jelek kepada saudaranya, ia menjadi orang pertama yang merasa tersinggung dan marah, walau hubungan dengan saudara yang dikatai itu sedang tidak harmonis.
Dikekinian, ketika dua bersaudara sedang marahan, anak-anaknya ikut diajak membenci dengan menitipkan pesan; " Kau jangan pernah lagi pergi kerumah itu", maka terputuslah silaturrahmi. Dan pada saat yang sama ketika ada orang yang menguncing saudaranya, ia pun ikut menertawai, dan bahkan ditambah turut menambah bumbu agar gunjingan makin sedap untuk dibicarakan, dan pada akhirnya yang dijadikan saudara justru sipengunjing.
Sesungguhnya pengetahuan manusia, keinginan, dan watak mereka itu berbeda-beda meskipun mereka berasal dari bapak dan ibu yang sama (yaitu Nabi Adam dan Hawa). Dan sebenarnya ini merupakan ujian, sebagaimana firman Allâh Azza wa Jalla :
وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ ۗ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا
Dan kami jadikan sebagian kamu cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? dan adalah Tuhanmu Maha Melihat. [al-Furqân/25:20]
Saya meyakini, bahwa konsep awal membangun sebuah komunitas adalah untuk saling memberdayakan, share pengetahuan, dan untuk menuju kesejahteraan bersama. yang kuat membantu yang lemah, yang lemah mendukung yang kuat. Komunitas bukan dijadikan alat untuk melancarkan serangan kepada kelompok-kelompok tertentu, hanya karena sebab sejarah kelam pertikaian para pendahulu. Kesalahan masa lalu jangan ditimpakan hukumannya pada orang-orang masa depan.
Ujaran kebencian sebenarnya tidaklah mewakili kelompok, itu namun murni atas imajiniasi individualistik yang kemudian menyeret banyak orang untuk ikut membenci. Seyogianya, jika ada kebencian kepada seseorang, silahkan direbus sendiri dalam dada dan jangan menumpah sesuatu yang dapat merusak tatanan sosial yang seharusnya sama-sama kita jaga.
Tugas disini seharusnya mendamaikan keduanya;“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS.al-Hujuraat:10).
Pemahaman yang sudah jadi harga mati, silahkan di usung sendiri-sendiri, namun jangan sampai menutup peluang untuk berkolabari memberi manfaat yang lebih luas kepada orang lain disekitar kita. Dan musuh kita yang paling nyata adalah kebencian itu sendiri, rasa iri dan dengki. Untuk itu mari kita nyatakan perang terhadap hal itu. Jika rasa itu ada dalam diri, maka bersiaplah memerangi diri, agar tak banyak lagi tumbal yang berjatuhan.
Bungeh keu tikoeh bek tayak toet rumoh
Lantas, apa kamu ingin tampil sebagai penengah bak seorang penceramahan yang kehilangan panggung? Tentu tidak. Aku justru berpihak, dan keterpihakanku pada mareka yang memberdayakan, dan menyiramkan air pada api yang sedang berkobar. Dan aku pun tidak perlu khawatir jika kemudian aku turut dibenci oleh mereka yang menyulutkan api.
Tulislah dengan hati yang dingin, dan bacalah dengan jiwa yang damai. Terkadang, perdamaian itu lebih baik daripada hukum yang diputuskan oleh hakim.
Mula-mula nasehat itu adalah untuk diriku sendiri, jiwa yang paling bertanggungjawab atas perkataanku sendiri. Namun, dalam kesenduan hati kala mendapati prilaku yang jauh dari kemuliaan, aku berharap nasehati itu pun menghadirkan manfaat bagi orang
Tulisan yang mengajak kepada kebenaran dan kebaikan; walau diremehkan, tak dibaca dan diabaikan, namun cukup berat timbangannya di yaumil mahsyar.
Sungguh Indah, ketika kita dipertemukan dan dipersatukan dalam komunitas yang saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Marilah saling bahu-membahu membantu menuju kesuksesan bersama, *peu saban lupoe* - *lam baten sama rata,*ta gayoeh beusama*, *hayooeehhhh*
Created By: @munawar87/Munawar IskandarFasilitator Pemberdayaan Masyarakat
Salam Kompak Komunitas Steemit Indonesia
Semoga Tali Silaturrahmi Ini Terajut Menjadi Sebuah Ikatan Persaudaraan Yang Saling Memberdayakan