Harga Steem/SBD naik turun, Semangat berkaryapun pasang surut.
Pasang surut semangat berkarya adalah lumrah adanya, namun ketika semangat kian merosot tentu ini tidak boleh dibiarkan. Pengabaian anjloknya semangat sama halnya seperti membiarkan diri terjerumus ke dalam zona nyaman. Dan ketika sudah berada dalam zona nyaman, akan sangat sulit bagi seseorang untuk bangkit.
Sedini mungkin mengindentifikasi penyebab melemahnya semangatnya berkarya.
- Lemahnya semangat berkarya karna harga steem/SBD menurun, temukan sugesti, stimulus dan pemompa semangatnya disini
Kurangnya jumlah/nilai upvote, dan merasa karya terbaikmu tidak dihargai
Semua orang disini berkarya, untuk itu hargai karya orang lain, insya Allah karyamu akan dihargai. Tidak perlu berkecil hati ataupun kecewa ketika orang yang engkau hargai tidak membalasnya. Ibarat engkau membantu seseorang, balasannya belum tentu datang dari orang yang kau bantu. Yakini saja.
Kalau dihitung-hitung, yang kita balas belumlah sebanding nilainya dengan yang kita terima. Kala kita di upvote oleh orang tertentu langsung keluar angka nilai, sementara nilai yang kita balas masih engkol kosong alias boh itek kom, tapi mereka tidak pernah mempersoalkannya. Disitulah kebaikan bekerja untuk mewakili kebaikan kebaikan lainnya.
Lantas bagaimana cara kita memberi nilai lebih? Baca sampai habis postingan mereka, tanggapi dengan sungguh-sungguh, dan sebesarkan manfaat yang kita terima dengan cara me-restem. Penghargaan bagi sipenulis karena karyanya dibaca, artinya ia telah berkontribusi pada khazanah keilmuan, yang pada ujung merubah prilaku. Penghargaan bagi seniman, ketika karyanya disukai banyak orang. Penghargaan bagi pelawak, pada saat audiennya ketawa terbahak-bahak. Lagi-lagi penghargaan sebuah karya tidak melulu dalam bentuk angka.
Benamkan sebuah prinsip untuk tidak melupakan orang-orang telah membantumu, karena prinsip itu ibarat sebuah janji pada diri sendiri. Tak perlu kau utarakan, karena secara naluri-instingtif hal itu dapat dirasakan oleh teman-teman yang membantumu. Loyalitasmu teruji waktu.
Kekurangan ide.
Ide bisa muncul dari mana saja, dari secangkir kopi, menghadiri sebuah acara, nonton berita, berwisata, renungan, membaca, baca, baca dan baca apa saja. Termasuk baca keadaan. Dan konten ini hadir terinspirasi juga berkat bacaan dari postingan me-reka
Merasa karya orang lain lebih bermutu dari karya sendiri.
Jangan membanding-bandingkan sesuatu yang bukan pada perbandingannya, karena hal demikian sangatlah relatif. Andai selera semua orang sama, maka sungguh toko baju hanya akan menjual satu jenis/model dan warna yang sama. Bukankah penulis best seller atau terhebat sekalipun pernah menjadi penulis terburuk didunia? Iya, itu ketika ia baru memulainya, namun ia terus mengasah diri sehingga menjadi seperti yang kita kenal saat ini. Setiap penulis akan menemukan aliran jati diri dan penikmatnya. Jangan keburu berhenti karena mereka belum menemukanmu.
Tidak cukup waktu karena disibukkan dengan tuntutan lain dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya anda, saya dan kita semua mengalami hal yang sama, Tapi bukan berarti itu dijadikan sebagai sebuah alasan untuk tidak berkarya. Pengalaman saya pribadi, beberapa hari terakhir pikiran ini terkuras oleh sebab orang tua sakit, jauh dengan anak istri, urusan pekerjaan, menyelesaikan study (KKN, Skripsi) dan masih banyak masalah lainnya.
Tentu hal tersebut akan mempengaruhi semangat untuk berkarya, dan toh tidak ada yang memaksa. Pandai-pandailah mensiasati, dan membuat skala perioritas, itu yang menurut saya menjadi kata kunci. Keluarga dan kewajiban moral dikehidupan nyata tetap no 1, sementara yang lain tergantung kiat kita bagaimana memporsilkan waktu.
Dan yang terakhir selain semangat berkarya, ada hal lain yang tak kalah penting adalah semangat bersosialisasi dan bersilaturrahmi.
Sungguh indah, ketika kita dipertemukan dan dipersatukan dalam sebuah komunitas yang saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Peusaban lampoe, lam baten sama rata, ta gayoeh beusama..hayyaoehhh.
Created By: @munawar87/Munawar Iskandar
DISCORD KOMUNITAS STEEMIT INDONESIA
Salam Kompak Komunitas Steemit Indonesia
Semoga Tali Silaturrahmi Ini Terajut Menjadi Sebuah Ikatan Persaudaraan Yang Saling Memberdayakan