Sajak ini bukan sekedar aroma pahit yang mengisi hati. Bukan jua air mata yang menangisi sepucuk rasa. Ini sebenarnya kisah yang sedang ku baca, sebagai cerita yang diwariskan seorang sahabat yang dirinya sendiri sedang berjuang meretas asa... "Rahmad JA"
"Kau Hanya Pejuang Bukan Tuhan"
Sajak : Muraz Riksi
Di balik kaca mata,
Wajahmu tertegun cadasnya asa
Menatap semilir alang-alang tua
Yang kau ceritakan pada anak-anakmu kelak saat mereka dewasa
Kau bukan Tuhan yang tahu segala cerita
Kau hanya anak manusia mantan pendusta
Yang dulunya makan segala yang ada
Tanpa peduli halal-haram semua kau rampas paksa
Kau hanya pejuang yang sedang meretas
Menjalani hidup selayaknya batas dan batas
Mengarungi malam dengan segala cadas dan cadas
Mengemas dan berkemas atas impian-impian yang belum tuntas
Kau sadar sebelum semuanya sadar
Pecundang, kau tahu itu bukan kau
Kau bangkit dari keterpurukan yang seharusnya menelan mentah-mentah kegagalan
Meskipun jalanmu bukan lagi tanah air
Tapi hati dan jiwamu mekar dari tetesannya
Kau menyeruput aroma pahit sekumpulan rasa
Yang nantinya menjadi cerita untuk anak-anakmu saat mereka telah dewasa...
Bireuen, 07 Februari 2018
Kita tentunya tidak paham, apa yang sebenarnya menjadi inti cerita. Akan tiba saatnya dimana kita akan benar-benar paham inti dari semua cerita. Dimana saat itu, kita akan duduk di kursi kayu dengan wajah tua dan melihat anak dari anak-anaknya kita sedang bermain ceria... "Seniman Bisu" di bawah menara kembar Malaysia.