Dear Steemians...
"Entah darimana di mulainya sebuah kisah, hingga akhirnya pucuk-pucuk daun padi melahirkan embun di ujung desa.
Senja meringkuk perlahan, menyungkup udara dingin di tanduk april yang selalu ragu membaca setiap musim."
Masih ada yang tertinggal di sana, sebuah bangunan yang terbuat dari kenangan. Ribuan langkah yang bergerak di pematang, tentang namamu yang dulu sempat di lakonkan kembali dalam sebuah drama.
Tentang betapa sepasang bola matamu adalah alegory bagi musim panen di ujung april, pesta serangga dan burung kenari yang entah berimigrasi darimana.
Udara menggigil dan kabut yang lebih banyak tertegun dengan angan merayap menuju laskar sebuah memori.
Dan ternyata kenangan lebih mudah untuk di muasalkan daripada keraguan yang di dalamnya terdapat banyak takut dan kalut.
Embun yang di lahirkan oleh ujung daun padi, kapan-kapan ajaklah aku memungut puisi dari beningmu dan biasmu yang jujur tampa ragu.
"Out of nowhere began a story, until finally the buds of rice leaves give birth to the dew at the edge of the village.
Dusk huddled slowly, covering the cold air on the horn of april who always hesitate to read every season."
There is still something left there, a building made of memories. Thousands of steps that move in the embankment, about your name that once was re-plays in a drama.
About how a pair of eyeballs is the allegory for the harvest season at the end of april, an insect party and a canary that somehow immigrates from.
The air was shivering and the fog was stunned with fancy creeping into the army of a memory.
And it turns out that memories are easier to than doubt in which there is much fear and fear.
Dew that was born by the tip of the rice leaf, sometime take me to pick up poetry from your nose and your honest bias without hesitation.